Operator jaringan perhotelan global, Hilton, memproyeksikan India bakal bertransformasi menjadi salah satu pasar akomodasi dan pariwisata terbesar di dunia dalam kurun waktu satu dekade mendatang. Pertumbuhan ekonomi, tingginya mobilitas domestik, dan pergerakan wisatawan antarnegara Asia menjadi faktor utama yang mendorong akselerasi tersebut.
Presiden Hilton Asia Pasifik, Alan Watts, mengungkapkan bahwa India kini merupakan pasar paling menarik untuk industri perjalanan dan pariwisata secara global. Tren positif tersebut diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang dekade berikutnya.
Kinerja pasar India menonjol di tengah perlambatan di beberapa kawasan lain. Pada kuartal kedua, pendapatan per kamar tersedia (revenue per available room/RevPAR) Hilton di kawasan Asia Pasifik secara akumulatif hanya tumbuh sedikit di atas 1 persen. Tekanan tersebut dipicu oleh melemahnya sentimen konsumen di China di luar masa liburan. Di sisi lain, pertumbuhan RevPAR di kawasan India dan Asia Utara justru melesat hingga mencapai angka dua digit.
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Imbau Kampus Terdampak Sesuaikan Aktivitas Akademik

Peluang pasar di Asia kian solid karena sekitar delapan dari setiap 10 malam kamar hotel di kawasan ini disumbangkan oleh wisatawan intra-Asia atau pelancong asal negara-negara Asia sendiri.
Rencana Ekspansi Ratusan Hotel
Melihat potensi tersebut, Hilton mempercepat penetrasi bisnisnya di India. Saat ini, terdapat 60 hotel yang tengah berada dalam berbagai tahap pembangunan. Hilton juga telah mengamankan komitmen bersama para mitra untuk membangun 400 unit hotel tambahan di negara tersebut.
8 Bandara Tutup hingga Tengah Malam Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Strategi ekspansi diarahkan ke kota-kota lapis kedua dan ketiga (tier-two dan tier-three) dengan mengandalkan portofolio merek kelas menengah, seperti Hampton dan Spark by Hilton. Hilton juga membidik kawasan wisata religi ternama, seperti Ayodhya dan Tirupati. Destinasi-destinasi ziarah tersebut dinilai masih sangat minim akomodasi bermerek internasional, padahal mencatatkan volume kunjungan wisatawan yang sangat masif.
Ekspansi Hilton di India dijalankan melalui skema manajemen properti. Investor atau pemilik lahan lokal membiayai pembangunan fasilitas hotel secara mandiri dan mempercayakan pengelolaannya kepada Hilton. Skema ini memungkinkan ekspansi jaringan berjalan cepat tanpa memerlukan komitmen permodalan langsung dari neraca keuangan Hilton.






