Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak nyata pada permukiman warga di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Wilayah Sukarame menjadi salah satu area yang merasakan dampak signifikan, dengan kondisi langit yang tampak gelap tertutup lapisan debu pekat meski cuaca sejatinya terik.
Kondisi tersebut mulai mengganggu kesehatan warga setempat. Wati, salah seorang warga Sukarame, menuturkan bahwa debu vulkanik telah masuk hingga ke dalam rumah dan membuat suasana tampak mendung. Dirinya juga mengaku mulai mengalami gangguan pernapasan.
"Ini aku udah mulai sesak napas, enggak enak napasnya," jelas Wati, menggambarkan kondisi udara di sekitar tempat tinggalnya yang kian memburuk.
Sebelum mencapai wilayah Lampung, sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau tercatat telah terbawa angin hingga menjangkau wilayah Jakarta dan sebagian Jawa Barat.
Febrie Ardiansyah Disebut tak Pernah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian

Kronologi Erupsi dan Catatan PVMBG
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Rita Susilawati, memaparkan bahwa rangkaian erupsi menerus berupa semburan air mancur lava (lava fountain) yang berlangsung sejak Jumat pukul 23.00 WIB akhirnya berhenti pada tanggal 6 dini hari pukul 00.04 WIB. Aktivitas erupsi menerus tersebut berlangsung selama kurang lebih 32 jam.
Meski fase erupsi menerus sempat berhenti, PVMBG mencatat adanya aktivitas erupsi lanjutan bertipe strombolian yang tidak menerus pada sekitar pukul 03.00 hingga 03.53 WIB. Kemunculan erupsi ini dinilai dapat menjadi bagian dari jeda sebelum potensi aktivitas lanjutan.
"Masih ada kemungkinan erupsi menerus lava fountain akan kembali terjadi. Oleh karena itu pemantauan terus kami lakukan," ungkap Rita.
Hipertensi tak Lagi Identik dengan Lansia, Tekanan Darah Tinggi Sejak Muda Bisa Tingkatkan Risiko Aritmia

PVMBG menggarisbawahi bahwa sebaran abu vulkanik tetap menjadi ancaman utama yang perlu terus diwaspadai, khususnya terhadap keselamatan jalur penerbangan dan kesehatan warga di darat.
Imbauan Kesehatan bagi Warga Terdampak
Merespons meluasnya paparan debu, PVMBG mengimbau masyarakat di kawasan terdampak hujan abu untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga disarankan mengenakan masker yang tertutup rapat, terutama tipe N95, KN95, atau masker bedah apabila jenis masker standar perlindungan tinggi tersebut sulit diperoleh.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. PVMBG mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas pelayanan medis terdekat apabila mengalami gejala sesak napas berat maupun nyeri di bagian dada.






