Jalur pendakian Gunung Semeru resmi ditutup total menyusul terjadinya peristiwa kebakaran hutan di kawasan Blok Ranu Kembang. Penutupan akses ini dilakukan karena titik api terpantau berada di sekitar jalur pendakian yang biasa dilalui pengunjung.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa kebijakan penutupan diambil guna memastikan keamanan dan keselamatan para pengunjung. Selain itu, penutupan jalur bertujuan mendukung kelancaran proses pengendalian serta pemadaman api di lapangan, sekaligus memfasilitasi jalannya evakuasi bagi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan konservasi.
2 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Pluit Jakut

Evaluasi Kondisi dan Mekanisme Tiket
Masa penutupan jalur pendakian Gunung Semeru berlaku terhitung sejak pengumuman resmi diterbitkan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihak BB TNBTS akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi lapangan sebelum nantinya memutuskan pembukaan kembali akses pendakian menuju puncak Mahameru.
Gubernur NTT Ngadu Korban Gempa Dikejar Rentenir, Prabowo, Suruh Hadap Saya

Sementara itu, bagi masyarakat atau calon pendaki yang telah melakukan pemesanan dan pembelian tiket daring, BB TNBTS menyediakan fasilitas penanganan tiket. Calon pendaki diberikan opsi untuk mengajukan mekanisme pengembalian biaya (refund) atau melakukan penjadwalan ulang (reschedule) pendakian.






