Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara operasional jaringan pipa minyak East-West sepanjang 1.200 kilometer setelah fasilitas strategis tersebut dihantam serangan drone pada Jumat (11/9/2026). Penutupan ini berdampak langsung pada terhentinya aliran ekspor minyak mentah Saudi yang disalurkan melalui rute darat tersebut.
Kementerian Energi Saudi menyatakan bahwa penutupan infrastruktur energi tersebut diambil sebagai langkah pencegahan. Serangan drone dilaporkan menghantam sejumlah titik pipa di wilayah Riyadh dan Madinah, yang mengakibatkan kerusakan pada peralatan operasional serta menimbulkan korban luka. Rekaman video di lokasi kejadian juga memperlihatkan kepulan asap membubung dari salah satu bagian jalur pipa.
Jaringan pipa East-West membentang dari ladang minyak Abqaiq di wilayah timur Arab Saudi menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah di bagian barat. Fasilitas vital ini dikelola oleh Saudi Aramco, perusahaan energi nasional yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh pemerintah kerajaan.
Mengapa Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal Ini Penyebabnya

Asal Serangan dan Penyelidikan
Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Sabtu (12/9), drone penyerang diduga diluncurkan dari arah Irak. Kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan bahwa serangan tersebut teridentifikasi berasal dari Provinsi Maysan di bagian tenggara Irak.
Hingga saat ini, proses investigasi masih berjalan dan belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Otoritas Arab Saudi maupun Irak juga belum secara terbuka menyebutkan kelompok mana yang berada di balik serangan drone itu.
Besok Transmart Full Day Sale! Sepeda Dibanderol Mulai Rp 1 Jutaan

Analis keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menilai serangan ini kemungkinan besar merupakan instruksi dari Teheran guna mendukung agenda Houthi di Yaman, khususnya untuk menekan Arab Saudi agar menarik diri dari konflik di negara tersebut. Pusztai menambahkan bahwa lumpuhnya rute alternatif ini berpotensi memperkuat blokade Iran terhadap Selat Hormuz dengan membatasi opsi jalur distribusi minyak mentah Saudi ke pasar global.






