PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), entitas usaha di bawah naungan Sinar Mas Group, resmi mengumumkan perombakan pada jajaran pengurus perseroan. Franky Oesman Widjaja resmi mengundurkan diri, dan posisinya digantikan oleh David Fernando Audy yang kini diangkat sebagai Presiden Komisaris perseroan.
Perubahan susunan dewan pengawas ini disahkan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (10/9). Keputusan restrukturisasi kepengurusan tersebut disepakati secara mayoritas oleh pemegang saham dengan perolehan 147.599.515.567 saham, atau mencakup sekitar 99,9% dari total hak suara yang masuk di DSSA. Masa jabatan David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris ditetapkan menyesuaikan dengan sisa masa jabatan anggota Dewan Komisaris perseroan lainnya.
Sebelum dipercaya mengemban tugas sebagai pucuk pimpinan Dewan Komisaris, David sudah lebih dulu masuk ke dalam jajaran manajemen emiten tersebut. Ia pertama kali diangkat sebagai Direktur DSSA lewat keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2024. Di lingkungan grup, David juga tercatat menjabat sebagai Direktur Sinarmas Agribusiness & Food sejak 2023, serta menjadi Senior Advisor Hedge Fund di Three Body Capital sejak 2020.
Jaringan Pipa Minyak Arab Saudi 1.200 Km Ditutup Usai Dihantam Drone

Profil dan Jejak Karier David Fernando Audy
Dari latar belakang pendidikan, David mengantongi gelar sarjana di bidang Perdagangan, Keuangan, dan Sistem Informasi dari University of New South Wales (UNSW), Australia, yang ditempuh pada rentang 1998 hingga 2001. Ia kemudian melanjutkan program studi profesional Akuntansi & Keuangan di institusi yang sama pada periode 2001–2002.
David memiliki portofolio kepemimpinan yang luas di ranah korporasi, modal ventura, hingga pasar modal. Di ranah pengawasan independen, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (2023–Mei 2024), Komisaris Independen PT Matahari Department Store Tbk (2021–April 2024), dan Komisaris Independen PT Multipolar Tbk (2021–April 2024). Di sektor investasi dan startup, ia sempat menjadi Operating Partner di East Ventures Growth Fund sepanjang 2021 hingga 2023.
Sebelum merambah sektor agribisnis dan energi, nama David sangat lekat dengan lanskap media nasional. Ia menjabat sebagai Direktur Utama & CEO PT Media Nusantara Citra Tbk pada 2016–2021. Pada kurun waktu berdekatan, ia juga mengepalai unit usaha patungan periklanan luar ruang JCDecaux (PT MNCDecaux) (2015–2021), Direktur Utama & CEO PT Infokom Elektrindo (2015–2021), dan Direktur Pengembangan Bisnis PT Global Mediacom Tbk (2014–2021).
Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga Berkat Integrasi DTSEN

Rekam jejak eksekutifnya di industri media juga mencakup posisi Direktur Utama & CEO Global TV (2010–2021), Direktur Utama & CEO iNewsTV (2017–2020), Pejabat Sementara CEO PT MNC Pictures (2016–2017), CEO PT MNC Tencent Indonesia (2013–2016), hingga CEO Bisnis Lisensi & Merchandise MNC Licensing (2012–2015).
Pada fase awal kariernya, David sempat memimpin kemitraan niaga elektronik Indonesia untuk Rakuten (2010–2012), memimpin bisnis media daring Okezone.com (2006–2011), serta Managing Director MNC Koran Sindo (2009–2010). Pengalaman manajerial lainnya juga meliputi Kepala Hubungan Investor dan Senior Manager Keuangan Korporasi di MNC, Manajer Pengadaan di PT Elektrindo Nusantara (2005–2006), serta Manajer Operasi Hubungan Pelanggan dan Call Center di PT Mobile-8 Telecom (2003–2005).






