Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengerahkan bantuan untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Aksi penanganan ini dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya membendung perambatan api ke area perkebunan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas lahan gambut yang terbakar tercatat telah mencapai sekitar 72 ribu hektare di enam provinsi. Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menjelaskan bahwa mayoritas titik api berada di luar area konsesi sawit. GAPKI juga membantah tudingan bahwa perusahaan perkebunan sawit menjadi penyebab kebakaran tersebut.
5 Fakta Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu yang Terasa hingga Pariaman dan Malang

Meski sebagian besar api berada di luar konsesi, pelaku usaha tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah yang masih mencatatkan titik panas dalam jumlah cukup tinggi. Tim di lapangan diterjunkan guna mengantisipasi rembetan titik api yang berpotensi mendekati kebun kelapa sawit di sekitar lokasi karhutla.
Polisi Bongkar Home Industry Sinte Senilai Rp 1 M di Tangsel, 4 Tersangka Ditangkap

Selain ancaman api, kondisi musim kering memicu kendala operasional bagi produsen kelapa sawit. Sejumlah perkebunan mengalami hambatan dalam pengangkutan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) lantaran jalur transportasi sungai mengalami kekeringan dan pendangkalan.






