Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar praktik industri rumahan pembuatan tembakau dan cairan narkotika sintetis di kawasan Tangerang Selatan. Dalam operasi penggerebekan tersebut, petugas menangkap empat orang tersangka berinisial MR (25), IN (26), NK (26), dan AL.
Penggerebekan berlangsung pada Senin (7/8) sore di dua lokasi terpisah. Tiga tersangka, yakni MR, IN, dan NK, diringkus di kawasan perumahan U-Ville Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Sementara itu, tersangka AL ditangkap di kediamannya di wilayah Pondok Aren.
Dari lokasi penggerebekan, kepolisian menyita puluhan botol cairan sintetis siap edar dalam berbagai ukuran, meliputi 15 botol 8 ml, 13 botol 5 ml, 26 botol 4 ml, dan 8 botol 2 ml. Petugas juga mengamankan tembakau sintetis seberat lebih dari 125 gram dalam sejumlah plastik klip, satu paket sabu seberat 0,11 gram berikut alat hisap dan pipet, gelas takar, jarum suntik, botol semprot, tiga unit timbangan digital, serta empat unit ponsel.
5 Fakta Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu yang Terasa hingga Pariaman dan Malang

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, sindikat ini mendapatkan 15 gram biang sintetis seharga Rp 21 juta melalui akun Instagram berinisial CR. Modal pembelian bahan baku tersebut dikumpulkan secara patungan oleh NK, AL, dan seorang pelaku lain berinisial II yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pelaku tercatat telah menjalankan aktivitas produksi sebanyak dua kali, yakni pada Juni 2026 dan Agustus 2026. Dari 15 gram konsentrat biang, sindikat ini mampu meracik 500 ml cairan sintetis. Apabila disemprotkan ke bahan tembakau, cairan tersebut berpotensi menghasilkan 900 hingga 1.000 gram tembakau sintetis dengan nilai pasar mencapai Rp 1 miliar.
Video, Karhutla Melanda, Pengusaha Sawit Bantu Padamkan Kebakaran

Tersangka NK menjual cairan sintetis seharga Rp 500 ribu per 5 ml. Sementara itu, MR dan IN berperan membantu proses peracikan sekaligus membeli 50 ml cairan dari NK seharga Rp 4 juta untuk diolah kembali menjadi tembakau sintetis siap edar. Melalui pengungkapan laboratorium rumahan ini, kepolisian menaksir berhasil menyelamatkan sekitar 1.250 jiwa dari potensi bahaya penyalahgunaan narkotika.






