Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Panel Surya RI Masuk Pasar AS Digetok Tarif Tinggi hingga 173%!

Wahyu SuryaniDiterbitkan 12 Sep 2026 - 20.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panel Surya RI Masuk Pasar AS Digetok Tarif Tinggi hingga 173%!
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) resmi menetapkan pengenaan bea masuk tinggi terhadap produk sel dan panel surya impor yang berasal dari Indonesia, India, dan Laos. Langkah proteksi dagang ini diambil setelah otoritas setempat menilai produk dari ketiga negara tersebut masuk ke pasar AS dengan harga murah yang tidak wajar serta menerima subsidi pemerintah.

Dalam keputusan tersebut, produsen panel surya asal Indonesia menghadapi dua jenis pungutan bea masuk yang signifikan, yakni bea antidumping dan bea imbalan (countervailing duty).

Rincian Tarif Antidumping dan Antisubsidi

Berdasarkan hasil investigasi Departemen Perdagangan AS, besaran margin antidumping yang ditetapkan untuk masing-masing negara meliputi:

  • Indonesia: 94,36%
  • India: 123,04%
  • Laos: 65,43%

Selain bea antidumping, AS membebankan tarif bea imbalan atau antisubsidi. Untuk Indonesia, tarif bea imbalan ditetapkan dalam rentang 73,2% hingga 173,7%. Sementara itu, tarif bagi India berada di angka 126,09%, dan Laos dikenakan tarif berkisar antara 82,03% hingga 153,67%.

Baca Juga

Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga Berkat Integrasi DTSEN

Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga Berkat Integrasi DTSEN

Penyelidikan perdagangan ini bermula dari aduan yang diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Aliansi ini mencakup sejumlah pelaku industri panel surya di AS, di antaranya First Solar, Hanwha Qcells, dan Mission Solar Energy.

Pengacara utama aliansi tersebut, Tim Brightbill, menyampaikan bahwa ketetapan ini menjadi instrumen penegakan hukum perdagangan di AS guna mengembalikan iklim persaingan yang setara bagi pabrikan lokal dan tenaga kerjanya.

Menunggu Putusan USITC pada Oktober

Penerapan tarif akhir masih menunggu proses verifikasi dampak kerugian. Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) dijadwalkan mengumumkan keputusan final pada 14 Oktober terkait ada atau tidaknya kerugian material yang dialami industri dalam negeri AS akibat impor tersebut.

Baca Juga

Cek Lokasi Merchant Terdekat Makin Praktis via WhatsApp dengan Sabrina BRI

Cek Lokasi Merchant Terdekat Makin Praktis via WhatsApp dengan Sabrina BRI

Jika USITC mengonfirmasi adanya kerugian, Departemen Perdagangan AS diperkirakan menerbitkan perintah pengenaan bea masuk final tersebut pada November.

Tekanan dagang terhadap rantai pasok panel surya di Asia ini bukan hal baru. AS pertama kali memberlakukan bea antidumping dan antisubsidi terhadap produk panel surya asal China pada 2012. Kebijakan proteksi satu dekade lalu tersebut memicu pergeseran basis produksi produsen ke berbagai negara lain di kawasan Asia guna menjangkau pasar Amerika Serikat.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekspor indonesiaenergi terbarukan

Berita Terbaru Lainnya

Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga Berkat Integrasi DTSENCek Lokasi Merchant Terdekat Makin Praktis via WhatsApp dengan Sabrina BRITepatkah Pembukaan Rekening Bank untuk 200 Juta Warga?Video, Karhutla Melanda, Pengusaha Sawit Bantu Padamkan KebakaranIHSG Melemah 1,43%, Kapitalisasi Pasar Bursa RI Susut Jadi Rp 11.446 TBeli TV 43 Inch di Transmart Full Day Sale Bisa Diskon Rp 1,3 JutaPolisi Bongkar Home Industry Sinte Senilai Rp 1 M di Tangsel, 4 Tersangka DitangkapBasarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa M7,7 di Flores NTT

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap