Berita Viral Terkini

Kapal Feri ASDP Menjadi Jembatan Logistik Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Kepulauan

Marthen PalutunganPublished 25 Jul 2026 - 11.000 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kapal Feri ASDP Menjadi Jembatan Logistik Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Kepulauan
Ilustrasi Ekonomi. Foto: Kumparan.
A-A+

Indonesia adalah negara kepulauan dengan tantangan logistik yang luar biasa rumit. Ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) dicanangkan, fokus publik sering kali tertuju pada ketersediaan bahan pangan atau anggaran yang dibutuhkan. Namun, ada satu elemen krusial yang bekerja di balik layar, yakni jembatan maritim yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil peran vital ini dengan memastikan bahwa rantai pasok pangan tetap mengalir lancar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Peran yang dimainkan oleh ASDP dalam menyukseskan program nasional ini memang tidak berjalan melalui skema bisnis langsung atau bisnis-ke-bisnis (B2B). Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa kontribusi perusahaan terjadi secara tidak langsung melalui penyediaan infrastruktur penyeberangan. Dengan adanya program MBG, kebutuhan akan distribusi logistik bahan makanan antarpulau dipastikan akan melonjak tajam. Di sinilah kehadiran kapal-kapal feri ASDP menjadi penopang utama agar pasokan bahan pangan tidak terputus di tengah jalan.

Also Read

Gaya Hidup Baru Tanpa Dompet berkat Perluasan Fitur QRIS

Meningkatnya aktivitas distribusi ini menuntut ASDP untuk terus memperkuat armada kapal dan memperluas jaringan penyeberangan mereka. Heru Widodo menilai bahwa kelancaran jalur laut adalah kunci utama agar program pemenuhan gizi ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di pulau-pulau besar saja. Dengan armada yang tangguh dan jadwal penyeberangan yang konsisten, disparitas pasokan pangan antarwilayah dapat ditekan semaksimal mungkin.

Sebenarnya, aktivitas menjaga ketahanan pangan di wilayah kepulauan bukanlah hal baru bagi ASDP. Direktur Teknik ASDP, Nana Sutisna, mengungkapkan bahwa jauh sebelum program MBG digulirkan, kapal-kapal mereka sudah menjadi andalan dalam mengangkut kebutuhan pokok masyarakat kepulauan. Tugas ini menjadi semakin menantang saat cuaca buruk melanda atau ketika suatu daerah mengalami keterbatasan akses darat. Kapal feri ASDP secara rutin membawa beras dan sayur-sayuran ke pulau-pulau terpencil, lalu kembali dengan membawa hasil bumi atau perikanan setempat untuk didistribusikan ke wilayah lain.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Sinergi distribusi ini terlihat jelas di wilayah Banggai, Sulawesi Tengah. Daerah Banggai Laut dikenal kaya akan hasil perikanan yang melimpah, namun mereka sangat bergantung pada pasokan beras dan sayur-sayuran yang dikirim dari wilayah daratan Luwuk. Melalui kapal penyeberangan ASDP, pertukaran komoditas pangan ini dapat berjalan dengan seimbang. Kehadiran program MBG kini menjadi momentum penting untuk memperkuat frekuensi penyeberangan tersebut, sehingga pasokan gizi bagi anak-anak di pulau-pulau terpencil dapat terjamin secara berkelanjutan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca