Peristiwa kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu (9/9) sekitar pukul 14.50 WIB. Insiden yang melanda rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini diduga dipicu oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada bagian atap ruang dapur gizi.
Kobaran api membakar dua ruangan dengan luasan area terdampak mencapai sekitar 300 meter persegi. Total kerugian materiil akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp 900 juta. Pihak manajemen memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
29 Siswa yang Ditangkap Polisi saat 27 Agustus Ikuti Pelatihan Bela Negara

Meski kobaran api berhasil dipadamkan, kepulan asap sempat mengganggu dua area rawat inap, yaitu ruang rawat inap khusus anak (pediatri) serta ruang rawat inap wanita dan ibu. Sebanyak 45 pasien anak dievakuasi ke lantai 2 Grand Paviliun untuk menghindari paparan asap. Sementara itu, pasien di ruang rawat inap wanita telah diizinkan kembali ke kamar perawatan mereka sekitar pukul 16.00 WIB setelah kondisi dinyatakan aman. Pemeriksaan skrining kesehatan dan psikologis ulang terhadap seluruh pasien terdampak memastikan tidak ada kondisi kegawatan medis.
Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia di Jakarta

Guna mengantisipasi kendala penyediaan makanan pasien pascakebakaran ruang gizi, pihak RSSA Malang menggandeng mitra katering eksternal secara sementara waktu dengan tetap mengacu pada standar gizi rumah sakit. Di sisi lain, manajemen rumah sakit mengungkapkan bahwa proyek peremajaan jaringan infrastruktur listrik di RSSA saat ini masih berjalan dan baru mencapai progres 60 persen.






