Bagaimana langkah pemerintah dan pengurus cabang olahraga dalam mematangkan kesiapan atlet nasional menghadapi kompetisi internasional? Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) terus memperkuat koordinasi teknis, pembiayaan pemusatan latihan nasional (pelatnas), hingga penetapan tim Chef de Mission (CdM).
Langkah strategis ini mencakup penguatan alokasi anggaran, pelaksanaan uji tanding dan pemusatan latihan di luar negeri, serta pelibatan figur-figur berpengalaman yang sebelumnya memimpin kontingen Indonesia di ajang SEA Games.
Dukungan Anggaran dan Penandatanganan MoU Kemenpora untuk Pelatnas
Pemerintah memberikan komitmen pendanaan guna mendukung kesiapan performa atlet. Anggaran pelatnas tercatat mengalami peningkatan signifikan dari alokasi awal Rp127 miliar menjadi Rp222 miliar setelah mendapat tambahan dana sebesar Rp95 miliar. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa anggaran Rp222 miliar tersebut dikhususkan untuk operasional pelatnas, di luar alokasi Rp61 miliar yang disiapkan secara terpisah untuk kebutuhan pemberangkatan kontingen Indonesia ke ajang multicabang internasional seperti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Realisasi dukungan pembiayaan tersebut diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kemenpora dan induk organisasi cabang olahraga. Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menjadi salah satu federasi yang telah menuntaskan penandatanganan kerja sama pembiayaan tersebut untuk memastikan program pemusatan latihan atlet berjalan optimal.
Jadwal dan Klasemen Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Rangkaian Laga dan Jalur Kelolosan

Rekam Jejak Pengelola Kontingen dari Panggung SEA Games
Untuk memimpin manajemen kontingen, KOI/NOC Indonesia resmi menunjuk Todotua Pasaribu sebagai Chef de Mission pada 15 Juni 2026. Anggota Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) ini didukung oleh jajaran tim CdM yang diisi tokoh-tokoh berpengalaman dalam pengelolaan kontingen pada ajang multicabang Asia Tenggara sebelumnya.
Struktur pendukung CdM mencakup sejumlah nama kunci:
- Rama Datau (Wakil Ketua CdM): Berpengalaman memimpin tim nasional bola basket 3x3 putra Indonesia sebagai manajer pada SEA Games 2019 di Manila.
- Harry Warganegara (Wakil Ketua CdM): Memiliki rekam jejak kepemimpinan langsung sebagai Chef de Mission Indonesia pada ajang SEA Games 2019.
- Lexyndo Hakim (Sekretaris CdM): Membawa pengalaman manajerial setelah sebelumnya menjabat sebagai Chef de Mission kontingen Merah Putih pada ajang SEA Games 2023 di Kamboja.
Kolaborasi jajaran berpengalaman ini ditujukan untuk mematangkan koordinasi teknis atlet, logistik, dan pendampingan kontingen Merah Putih selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Kondisi Pelatnas PBSI Cipayung Tetap Berjalan Normal di Tengah Dinamika Organisasi dan Agenda Internasional

Pelatnas Luar Negeri dan Agenda Peninjauan Arena
Selain penguatan manajemen, cabang olahraga langsung menerjunkan atlet ke sentra latihan internasional. PB WI mengirimkan atlet taolu dan sanda ke Tiongkok untuk menjalani pemusatan latihan intensif:
- Sektor Taolu: Bertolak menuju Nanjing pada Kamis, 20 Agustus 2026. Skuad ini diperkuat oleh atlet putra Seraf Naro Siregar, Terrence Tjahyadi, Ahmad Ghozali Fuaiz, Andrea Simon, dan Rainer Reinaldy Ferdiansyah, serta atlet putri Patrice Geraldine dan Eugenia Diva Widodo.
- Sektor Sanda: Bertolak menuju Shaolin Taogu Henan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Rombongan ini mencakup Fereddy Sinaga (56 kg), Bintang Reindra Nada Guitara (60 kg), Samuel Marbun (65 kg), Jumanta (70 kg), Tharisa Dea Florentina (52 kg), dan Thania Kusumaningtyas (60 kg).
Secara paralel, tim CdM mengagendakan peninjauan langsung ke lokasi penyelenggaraan di Aichi-Nagoya, Jepang. Peninjauan arena pertandingan tersebut dijadwalkan berjalan melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang dan panitia penyelenggara setempat guna memastikan kesiapan akomodasi dan fasilitas bagi seluruh atlet nasional.






