Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, terus diintensifkan hingga memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9/2026) sore. Insiden ini memicu perhatian luas parlemen, menyusul belum ditemukannya delapan orang yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan keprihatinan mendalam serta duka cita atas musibah tersebut. Ia secara terbuka mendorong Tim SAR gabungan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya dalam operasi penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.
"Kami meminta perusahaan pers wajib membekali jurnalis dengan pelatihan, pengetahuan, asuransi, serta alat pelindudng diri yang layak sebelum diterjunkan ke area berbahaya," ujar Sultan dalam keterangannya terkait mitigasi keselamatan kerja jurnalis di medan berisiko tinggi.
12 Bahaya Sering Konsumsi Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan Tubuh

Sebanyak delapan orang tercatat menjadi korban dalam peristiwa ini. Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian meliputi Ari Basuki dari Merdeka.com, Bagus Khoirunas dari LKBN ANTARA, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu News Agency, serta Donal Husni selaku jurnalis lepas. Tiga korban lainnya merupakan warga lokal dan awak kapal yang terdiri dari kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Pengerahan Personel dan Temuan Operasi SAR
Untuk menyisir area perairan yang luas, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah mengerahkan 11 unit kapal dan 300 personel gabungan. Di lapangan, unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang turut membantu penyisiran menemukan sejumlah barang terapung, di antaranya rompi pelampung (life jacket) dan pelampung botol.
3 ASN Diduga Ditembak KKB Papua Usai Salurkan Bantuan, Pelaku Diburu

Ketua DPR RI Puan Maharani turut meminta agar operasi pencarian para jurnalis dan awak kapal di kawasan Gunung Anak Krakatau dijalankan secara maksimal dengan dukungan penuh armada TNI AL.
Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengimbau masyarakat maupun relawan yang ikut membantu proses pencarian di lapangan agar tetap mengutamakan dan mematuhi prosedur keselamatan, mengingat kondisi perairan dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut membutuhkan kewaspadaan tinggi.






