Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kian mengerucut pada aliran dana serta barang dari pihak swasta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri dugaan penerimaan oleh Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026). Tim penyidik memanggil dan memeriksa tiga pegawai PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) atau PT AMGM yang berinisial RMF, YW, dan RTP. Ketiganya hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan seputar proyek di lingkungan badan usaha milik daerah tersebut.
Juru Bicara KPK Budi menyampaikan bahwa perkara ini mencakup dugaan benturan kepentingan dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), suap PBJ, serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara spesifik, keterangan saksi digali untuk memperjelas dugaan pemberian dari PT Meconel Sistim Instrument (PT MSI) selaku pelaksana proyek di PT AMGM kepada Bupati Lombok Barat.
Di Hadapan Prabowo, AHY Tegaskan Posisi Demokrat di Pemerintahan

Selain menelisik proyek air minum, KPK juga mengusut dugaan pemberian aset bergerak berupa kendaraan. Penyidik sebelumnya telah meminta keterangan dari pihak dealer atau ruang pamer mobil terkait transaksi pembelian satu unit kendaraan roda empat oleh pihak swasta. Mobil tersebut diduga diserahkan kepada bupati dan telah disita KPK saat operasi tangkap tangan.
Keterkaitan waktu pemberian fasilitas tersebut dengan status jabatan bupati turut menjadi materi pendalaman. Penyidik memerlukan konfirmasi terkait apakah barang dari pihak swasta itu diserahkan setelah LAZ ditetapkan sebagai pemenang pemilihan kepala daerah atau pascapelantikan menjadi bupati.
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali Terkait Korupsi Batu Bara di Kukar

Sementara itu, proses penyidikan pada Selasa (8/9/2026) sempat mengalami kendala kehadiran saksi akibat gangguan transportasi udara. Sejumlah saksi tertunda menuju Jakarta lantaran sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Saksi yang batal hadir akibat pembatalan penerbangan tersebut meliputi pegawai PT AMGM Syarif Hidayat, Kepala Bagian Umum Setda Lombok Barat Lalu Rifhandani, Staf Keuangan PT MSI Helena Bulu, serta Ketua KPU Lombok Barat Lalu Rudi Iskandar. KPK memastikan akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap para saksi tersebut guna melengkapi berkas perkara.






