Real Madrid berhasil menaklukkan Inter Milan dengan skor tipis 2-1 dalam laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu, 9 September 2026. Di bawah arahan pelatih Jose Mourinho, Los Blancos membuka keunggulan dua gol lewat aksi Kylian Mbappé dan Federico Valverde, sebelum tim tamu memperkecil ketertinggalan melalui tembakan Federico Dimarco.
Kemenangan ini menghadirkan tensi tinggi sepanjang 90 menit. Berbicara dalam sesi konferensi pers di laman resmi UEFA seusai laga, Mourinho menyebut jalannya pertandingan berjalan sangat terbuka dan menegangkan bagi kedua kubu.
"Saya menyebut ini pertandingan yang gila. Umumnya, akan ada kritik ketika pertandingan berjalan membosankan. Tapi hari ini gila, pertandingan bisa saja berakhir dengan skor 7-6," ujar Mourinho.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan kedua Mourinho atas Inter Milan sejak ia meninggalkan klub Italia itu pada 2010 silam. Dari total tujuh pertemuan melawan bekas timnya di berbagai ajang, pelatih kelahiran 26 Januari 1963 bernama lengkap José Mário dos Santos Mourinho Félix ini mengantongi catatan dua kali menang dan lima kali kalah.
Klarifikasi AHY soal Pidato Sebut Kekuasaan Memiliki Batas Waktu di Hadapan Prabowo

Memori Kejayaan Nerazzurri di Bernabeu
Laga ini kental dengan nilai emosional karena mempertemukan Mourinho dengan klub yang pernah diantarnya meraih masa keemasan. Semasa menangani Inter pada periode 2008 hingga 2010, Mourinho mempersembahkan total lima trofi bagi publik Giuseppe Meazza, yang mencakup satu trofi Liga Champions, dua gelar Scudetto, satu Coppa Italia, dan satu Piala Super Italia.
Puncak kejayaan itu terjadi tepat di Santiago Bernabeu pada final Liga Champions 2009/2010, saat dwigol Diego Milito memastikan kemenangan 2-0 Inter atas Bayern Munchen. Kala itu, Mourinho bahkan tidak ikut pulang ke Milan untuk merayakan gelar juara bersama tim demi menuntaskan kepindahannya ke ibu kota Spanyol.
Pelatih asal Portugal tersebut kemudian resmi diperkenalkan sebagai juru taktik Real Madrid pada 31 Mei 2010 dengan kontrak berdurasi empat tahun. Pada periode pertamanya menangani El Real, ia memboyong nama-nama seperti Ángel Di María, Sami Khedira, Ricardo Carvalho, dan Mesut Özil. Kerja samanya menghasilkan gelar Copa del Rey 2010/2011 serta trofi LaLiga 2011/2012 dengan rekor raihan 100 poin, sebelum kerja sama berakhir pada musim 2012/2013 pasca-keberhasilan Supercopa de España di tengah perselisihan di ruang ganti.
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali Terkait Korupsi Batu Bara di Kukar

Perjalanan Karier dan Era Baru Inter
Sepanjang karier kepelatihannya, Mourinho tercatat menukangi sederet klub ternama Eropa mulai dari Benfica, União de Leiria, Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, hingga Fenerbahce. Setelah masa kerjanya di Turki bersama Fenerbahce berakhir akibat kegagalan melangkah ke League Phase Liga Champions, ia sempat membesut Benfica sebelum kembali ke Santiago Bernabeu.
Di kubu seberang, Inter Milan datang ke Madrid di bawah kepemimpinan pelatih anyar Cristian Chivu. Chivu ditunjuk menukangi Nerazzurri menyusul kepindahan Simone Inzaghi ke Al Hilal, yang memutuskan hengkang setelah kekalahan telak 0-5 dari PSG pada final Liga Champions musim 2024/2025.






