PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan pencapaian positif terkait perbaikan kualitas kredit pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan, kualitas aset perseroan menunjukkan tren yang semakin sehat pada semester I 2026. Perbaikan kualitas kredit ini menjadi salah satu indikator utama dari stabilitas operasional perbankan yang dikelola oleh manajemen. Indikator perbaikan tersebut secara langsung tecermin dari penurunan rasio risiko kredit bermasalah atau yang lebih dikenal dengan istilah loan at risk (LAR) selama enam bulan pertama pada tahun berjalan.
Berdasarkan data operasional per 30 Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) yang dicatatkan oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengalami penurunan hingga berada di level 7,8 persen. Jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, posisi rasio loan at risk tersebut membaik secara signifikan sebesar 263 basis poin. Bersamaan dengan membaiknya angka loan at risk, perseroan juga mencatatkan rasio pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio yang sangat solid. Tercatat, angka pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio perseroan telah mencapai level 282,4 persen pada akhir bulan Juni 2026.
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Nobuya Kawasaki, memaparkan bahwa perseroan berupaya penuh untuk menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan bisnis perbankan yang berkelanjutan. Pencapaian dalam menjaga kualitas aset tersebut ditopang oleh penerapan manajemen risiko yang senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian atau tata kelola yang pruden. "Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup," ujar Nobuya Kawasaki dalam sebuah taklimat media yang diselenggarakan secara daring di Jakarta pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
Kemensos Mulai Keluarkan Penerima PKH dan Sembako dari Desil 5-10

Seiring dengan membaiknya kualitas aset dan kredit perbankan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk turut membukukan pertumbuhan yang kuat pada fungsi intermediasi keuangan. Hingga bulan Juni 2026, perseroan melaporkan bahwa total kredit dan trade finance secara konsolidasian mengalami kenaikan sebesar 12 persen secara tahunan atau year-on-year. Peningkatan persentase tersebut membawa total penyaluran kredit dan trade finance perseroan menjadi Rp 230,1 triliun. Kinerja positif pada fungsi intermediasi ini secara khusus didorong oleh pertumbuhan yang masif pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, yang tercatat tumbuh sebesar 19 persen menjadi Rp 109,7 triliun.
Pada sisi penghimpunan dana nasabah, PT Bank Danamon Indonesia Tbk juga mencatatkan peningkatan likuiditas yang terkelola dengan baik. Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh perseroan, yang mencakup instrumen giro, tabungan, serta deposito, mengalami peningkatan sebesar 14 persen secara keseluruhan. Kenaikan tersebut membuat total dana pihak ketiga perseroan mencapai angka Rp 181,7 triliun. Keberhasilan dalam mengelola aset dan liabilitas ini memberikan dampak positif secara langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan. Pendapatan operasional bank tercatat mengalami kenaikan sebesar 7 persen menjadi Rp 12,6 triliun, sementara margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perseroan tetap terjaga di posisi 8,1 persen.
Harga Minyak Melejit, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah |Republika Online

Seluruh kinerja operasional dan perbaikan kualitas kredit tersebut pada akhirnya bermuara pada peningkatan profitabilitas PT Bank Danamon Indonesia Tbk secara menyeluruh. Laba bersih konsolidasian perseroan dilaporkan mencapai Rp 2,4 triliun pada semester I 2026, yang mana angka tersebut bertumbuh sebesar 33 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja keuangan yang solid ini dinilai akan menjadi modal penting bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi dan pertumbuhan bisnis pada paruh kedua tahun ini. Sebagai bagian dari langkah strategis ke depan, perseroan akan terus memperkuat sinergi di dalam ekosistem One Financial Group bersama dengan MUFG.






