Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun

Uria KilaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 18.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia yang berada di balik kesuksesan pusat perbelanjaan ternama Kota Kasablanka dan Gandaria City di Jakarta, secara resmi mencatatkan penurunan pada perolehan laba bersih mereka untuk periode paruh pertama tahun ini. Berdasarkan data dari laporan keuangan terbaru perusahaan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai angka sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun ini. Angka pencapaian laba tersebut terkonfirmasi mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 11,4 persen, apabila dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu semester pertama tahun 2025, yang saat itu berhasil menyentuh angka Rp1,13 triliun.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Penurunan pada pos laba bersih ini rupanya terjadi di tengah laju pertumbuhan pendapatan perusahaan yang cenderung stagnan atau bergerak mendatar. PWON melaporkan bahwa total pendapatan mereka hingga periode semester pertama tahun ini hanya mengalami kenaikan yang sangat tipis, yakni sebesar 0,01 persen, sehingga totalnya menjadi Rp3,37 triliun. Meskipun pertumbuhan pendapatan tidak menunjukkan lonjakan yang berarti, emiten properti pengelola mal besar ini terbukti berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban pokok pendapatan mereka sebesar 2,7 persen. Beban pokok tersebut tercatat turun dari angka Rp1,49 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp1,45 triliun pada periode paruh pertama tahun ini. Berkat langkah efisiensi tersebut, laba kotor perseroan pada akhirnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,2 persen menjadi Rp1,92 triliun, dibandingkan dengan pencapaian sebesar Rp1,87 triliun pada periode semester I-2025.

Apabila ditinjau lebih jauh dari sisi pos pengeluaran operasional, PT Pakuwon Jati Tbk mencatatkan kinerja yang cukup bervariasi. Beban penjualan perusahaan berhasil ditekan dan diefisiensikan sebesar 5,29 persen, sehingga turun menjadi Rp156,3 miliar dari posisi pada periode sebelumnya yang berada di angka Rp165,05 miliar. Namun demikian, upaya efisiensi pada pos penjualan tersebut harus tergerus oleh adanya kenaikan pada beban umum dan administrasi. Pos beban umum dan administrasi ini melonjak sebesar 10 persen, bergerak naik dari Rp269,2 miliar menjadi Rp296,3 miliar pada paruh pertama tahun ini. Di sisi lain, untuk pos beban keuangan, perusahaan mencatatkan penurunan sebesar 3,38 persen menjadi Rp178,4 miliar dari angka sebelumnya yakni Rp184,6 miliar. Sementara itu, beban pajak final perusahaan tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 1,25 persen menjadi Rp220,5 miliar dari posisi sebelumnya di angka Rp217,81 miliar.

Baca Juga

Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI

Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI

Kinerja laba bersih PWON pada paruh pertama tahun ini juga tidak lepas dari pengaruh beberapa pos keuangan lainnya. Salah satu faktor utama yang menjadi penekan perolehan laba adalah hilangnya sumber pendapatan dari aktivitas tender offer obligasi. Sebagai catatan, pada periode semester I-2025 yang lalu, perseroan masih sanggup mencatatkan keuntungan dari tender offer obligasi dengan nilai mencapai Rp30,41 miliar. Namun, memasuki periode semester I-2026 ini, pos keuntungan tersebut sama sekali tidak lagi tercatat di dalam laporan keuangan. Selain dari faktor tersebut, pos lain-lain bersih perusahaan juga menunjukkan adanya peningkatan kerugian yang cukup tajam, yakni sebesar 29,6 persen. Pos ini berubah menjadi rugi sebesar Rp142,08 miliar, dibandingkan dengan posisi kerugian yang hanya sebesar Rp109,7 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Meski menghadapi sejumlah tekanan pada beberapa pos pengeluaran, terdapat pula beberapa pos keuangan perseroan yang menunjukkan tren perbaikan yang positif. Penghasilan bunga yang dikumpulkan oleh PWON terbukti mengalami kenaikan sebesar 4,15 persen, sehingga nilainya bertambah menjadi Rp301,56 miliar dari pencapaian sebelumnya yang sebesar Rp288,57 miliar. Lebih lanjut, perseroan juga berhasil mencatatkan pembalikan kinerja yang sangat baik pada instrumen keuangan derivatif. Pada pos ini, perseroan sukses membukukan keuntungan bersih sebesar Rp85,15 miliar. Keuntungan ini berbalik arah secara drastis dari posisi kerugian sebesar Rp7,9 miliar yang sempat dialami pada periode semester I-2025. Selain itu, kerugian kurs mata uang asing bersih yang ditanggung perusahaan juga berhasil ditekan hingga 22,3 persen. Kerugian kurs tersebut membaik menjadi Rp55,3 miliar, dibandingkan dengan kerugian kurs pada periode sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp71,12 miliar.

Baca Juga

The Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for Longer

The Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for Longer

Secara akumulatif, akibat kombinasi dari berbagai dinamika pada pos pendapatan dan beban tersebut, laba sebelum pajak PWON pada paruh pertama tahun ini tercatat berada di angka Rp1,2 triliun. Angka ini secara resmi mengalami penurunan sebesar 9,58 persen jika dibandingkan dengan pencapaian sebesar Rp1,39 triliun pada periode semester pertama tahun lalu. Sementara itu, untuk beban pajak penghasilan bersih, perseroan mencatatkan penyusutan sebesar 15,2 persen, sehingga nilainya turun menjadi Rp1,88 miliar dibandingkan dengan Rp2,22 miliar pada periode sebelumnya. Beralih ke sisi neraca keuangan secara keseluruhan, total aset PWON justru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Nilai total aset perseroan hingga semester pertama tahun ini tercatat mencapai Rp37,6 triliun, yang berarti mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan posisi total aset pada penutupan akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp36,4 triliun.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laba BersihKinerja KeuanganKota KasablankaPakuwon JatiPWONGandaria City

Berita Terbaru Lainnya

InJourney Perkuat Integrasi Ekosistem Pariwisata Nasional untuk Saingi Destinasi RegionalGubernur DKI Jakarta Rencanakan Penertiban Pagar Berlebihan di Pusat PerbelanjaanKlasemen Akhir Piala Presiden 2026, Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema di SemifinalPolri Pastikan Situasi Kondusif Menyusul Pemasangan Pagar Tinggi oleh Sejumlah Mal di JakartaDampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBIThe Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for LongerDitopang Proyek Sengkang Gas Compressor, Laba Bersih Rukun Raharja Melesat 88 Persen pada Semester I-2026Bank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBN

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  3. 3Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  4. 4Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  5. 5Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap