PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan capaian positif melalui Holding Ultra Mikro (UMi) yang kini genap berusia lima tahun. Sinergi terintegrasi bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini berhasil mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas ke skala usaha yang lebih tinggi.
Pembentukan Holding UMi difokuskan untuk menjangkau segmen usaha ultra mikro yang sebelumnya belum memperoleh akses layanan keuangan formal secara optimal. Hingga akhir triwulan II 2026, holding tersebut telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro di seluruh Indonesia.
Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan, perjalanan lima tahun Holding UMi membuktikan bahwa integrasi tiga entitas mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas pembiayaan UMKM dan infrastruktur luas milik BRI, kompetensi gadai dan ekosistem emas milik Pegadaian, serta kekuatan pendampingan kelompok usaha ultra mikro dari PNM.
Kemenhub Ungkap Detik-detik Kapal Virgo Hilang Kontak di Laut Jawa

Jangkauan 15 Ribu Kantor dan Tenaga Pemasar Lapangan
Penetrasi layanan keuangan ultra mikro ini ditopang oleh keberadaan infrastruktur fisik dan ribuan tenaga pemasar terpadu. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor operasional BRI, Pegadaian, dan PNM yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.
Operasional di lapangan diperkuat oleh lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak perseroan. Kolaborasi antara Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM menjadi elemen penting dalam membangun kedekatan, memberikan pendampingan usaha, serta menyalurkan pembiayaan secara langsung kepada nasabah.
Di KTT BRICS, Prabowo Ungkap Kekayaan Mineral RI

Perluasan Layanan Ekosistem Emas
Selain pembiayaan kelompok dan usaha mikro, integrasi holding memperluas pemanfaatan instrumen keuangan alternatif bagi masyarakat. Hingga Agustus 2026, volume ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah menyentuh kisaran 153 ton.
Cakupan ekosistem emas tersebut meliputi layanan gadai, pembiayaan berbasis emas, produk Tabungan Emas, transaksi digital, hingga ketersediaan layanan emas batangan (bullion services) yang memperkuat ketahanan finansial para pelaku usaha.






