KABUPATEN SIKKA — Mahasiswa S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 16 mendistribusikan bantuan sosial dan layanan kemanusiaan bagi para pengungsi terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/8).
Penyaluran logistik tersebut difokuskan di beberapa titik pengungsian di Kabupaten Sikka, antara lain di Dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae. Selain penyerahan di darat, bantuan juga dikirim melalui jalur laut via Pelabuhan Lorens Say untuk menjangkau masyarakat penyintas di Pelabuhan Palue, Kecamatan Palue.
Di posko Dusun Wairhabi, bantuan diterima langsung oleh koordinator posko pengungsian, Agustinus Nong Viles. Posko ini menampung 159 kepala keluarga yang dievakuasi dari Dusun Wairhabi, Dusun Habigahar, serta Kelurahan Waiot. Paket bantuan yang diserahkan meliputi beras Cap Tani, minyak goreng Lentera, air mineral Aqua, susu bubuk Dancow, mi instan rasa soto, dan kebutuhan popok bayi.
Perkuat Daya Saing Industri Hijau melalui PLTS Atap 2,2 MWp

Selain kebutuhan pokok pangan, para mahasiswa STIK bersama jajaran kepolisian menggelar aksi bakti kesehatan serta pendampingan trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak. Kegiatan sosial ini turut didukung personel Polda NTT dan dihadiri langsung oleh Kapolres AKBP Bambang Supeno.
Perwira pendamping mahasiswa S2 STIK Angkatan 16, Kombes Didit Bambang Wibowo, menyatakan bahwa aksi turun langsung ke lapangan ini merupakan wujud kepedulian institusi kepolisian dalam membantu pemulihan kondisi para penyintas bencana di NTT.
Ramalan Shio Tikus dan Kerbau Selasa, 1 September 2026 Navigasi Energi di Awal Bulan

Wilayah Flores sebelumnya diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer, yang bersumber dari zona Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Backarc Thrust). Gempa memicu kerusakan luas di tujuh kabupaten, mencakup Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Manggarai Barat.
Berdasarkan pembaruan data BNPB per Sabtu (29/8), jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana gempa tersebut mencapai 111 orang, sementara otoritas kesehatan daerah mencatat sedikitnya 299.145 warga masih menempati posko-posko pengungsian.






