Ajang internasional tahunan bergengsi, Kompetisi Internasional Al-Quran King Abdulaziz, kini memasuki babak baru yang bersejarah pada edisi ke-46. Peristiwa pertama kali, perempuan ikut kompetisi Al-Quran King Abdulaziz di Makkah menjadi sorotan utama dunia Islam. Langkah ini menandai perkembangan penting dalam sejarah kompetisi yang diselenggarakan di bawah naungan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman. Sebanyak 334 peserta laki-laki dan perempuan dari 133 negara, termasuk perwakilan dari Indonesia, berkumpul di kota suci untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menghafal kitab suci.
Perubahan format kompetisi ini membawa penyesuaian besar pada struktur organisasi dan distribusi penghargaan. Dengan hadirnya peserta perempuan, pihak penyelenggara dari Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi menerapkan kebijakan baru demi kelancaran acara. Salah satu dampak signifikannya adalah peningkatan jumlah pemenang menjadi 50 orang, yang dibagi merata menjadi lima pemenang laki-laki dan lima pemenang perempuan untuk setiap kategori lomba. Kebijakan ini didukung dengan penyediaan total hadiah fantastis sebesar 10,26 juta riyal Saudi, di samping uang apresiasi senilai 5.000 riyal bagi seluruh peserta yang berpartisipasi.
Bagi masyarakat serta calon peserta dari Indonesia yang ingin memahami alur pelaksanaan, pembagian kategori, dan tata cara penghargaan dalam kompetisi bersejarah ini, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memahaminya.
Pencapaian Jogja Fashion Week 2026, Transaksi Rp2 Miliar dalam Empat Hari

Langkah pertama adalah mengenali lima kategori hafalan yang diujikan secara ketat oleh dewan juri khusus, yang terdiri dari kombinasi juri asal Arab Saudi dan juri internasional. Kategori pertama mencakup hafalan seluruh Al-Quran secara utuh yang disertai dengan tilawah, tajwid, serta qira鈥檃t. Kategori kedua menguji hafalan seluruh isi Al-Quran dengan disertai tilawah, tajwid, dan juga tafsir. Kategori ketiga berfokus pada hafalan sebanyak 20 juz berturut-turut yang disertai dengan tilawah dan tajwid. Kategori keempat menguji kemampuan hafalan 15 juz berturut-turut dengan tilawah serta tajwid. Terakhir, kategori kelima melombakan hafalan sebanyak 5 juz berturut-turut yang disertai dengan tilawah dan tajwid.
Langkah kedua adalah mencermati mekanisme penyerahan penghargaan yang kini dibagi berdasarkan kategori jender serta lokasi yang berbeda. Bagi kelompok pemenang laki-laki, penghargaan akan diserahkan secara resmi di kompleks Masjidil Haram oleh Wakil Gubernur Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, yang bertindak mewakili Raja Salman. Sementara itu, bagi kelompok pemenang perempuan, upacara penyerahan penghargaan dilangsungkan secara terpisah di Hilton Convention Hotel, Makkah, dan akan diserahkan langsung oleh istri Raja Salman, yaitu Putri Fahda bint Falah Al Hithlain.
Mendagri Tito Karnavian Tinjau Penanganan Gempa di NTT Selama Lima Hari

Langkah ketiga adalah memantau pencapaian delegasi dari Indonesia untuk dijadikan bahan evaluasi dan motivasi. Pada edisi ke-46 ini, Indonesia diwakili oleh Mohammad Hasbi As-Siddiq yang sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga terpilih sebagai salah satu finalis. Memahami peta persaingan internasional ini sangat penting bagi para pengajar dan lembaga pendidikan Al-Quran di Indonesia agar dapat merancang metode pembinaan yang tepat guna mencetak hafiz dan hafizah berprestasi di tingkat dunia pada masa-masa mendatang.






