Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, secara resmi menerima kedatangan Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, untuk melakukan audiensi bersama di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) yang berlokasi di Jakarta. Di dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo Priyono menyampaikan harapan yang sangat besar agar Sekolah Rakyat permanen dapat segera dibangun di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wamensos juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan nasional, di mana pembangunan di wilayah-wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ataupun daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi harus selalu menjadi skala prioritas bagi pemerintah.
Kebutuhan akan fasilitas pendidikan seperti Sekolah Rakyat ini sangat mendesak bagi Kabupaten Sumba Timur. Sumba Timur sendiri tercatat sebagai salah satu dari 22 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk ke dalam kategori wilayah 3T. Kondisi ekonomi masyarakat setempat masih memerlukan perhatian khusus, mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur masih tergolong cukup tinggi, yaitu sebesar 25 persen, dan angka kemiskinan ekstrem di wilayah ini berada pada angka 18 persen. Pengentasan kemiskinan di daerah ini sejalan dengan fokus utama Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada program pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat.
Tangan Diborgol, 8 Tersangka Kasus 1,3 Ton Ketamin Tiba di Bareskrim

Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintah ini memiliki tujuan mulia untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi agar anak-anak dari keluarga miskin memiliki masa depan yang lebih baik. Sekolah Rakyat ini memang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Sistem operasional sekolah ini juga unik karena tidak memberlakukan mekanisme pendaftaran bagi calon siswanya. Sebagai gantinya, proses penentuan siswa yang berhak bersekolah dilakukan melalui metode penjangkauan langsung yang didasarkan pada data resmi pemerintah, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Terkait dengan rencana pembangunan fisik gedung sekolah, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah mengusulkan sebidang tanah untuk digunakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat permanen. Pemerintah daerah mengajukan lahan seluas 10 hektare yang terletak di wilayah Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Lahan yang diajukan ini dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena kawasannya sudah dilintasi oleh aliran air bersih serta jaringan listrik. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah turun langsung untuk melakukan survei di lokasi tersebut dan menyatakan bahwa lahan yang diajukan telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan.
Cara Petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta Menggagalkan Penyelundupan Logam Mulia

Walaupun lahan tersebut dinyatakan memenuhi syarat oleh Kementerian PU, proses pembangunan baru dapat berjalan setelah pemerintah daerah memenuhi dua catatan penting. Dua kondisi utama yang harus dipenuhi untuk lahan tersebut adalah penyelesaian dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan juga pelaksanaan pelebaran akses jalan menuju lokasi. Saat ini, akses jalan yang sudah ada menuju ke lahan tersebut memiliki lebar sekitar 4 meter dengan kondisi jalan yang sudah dikeraskan. Apabila kedua syarat ini berhasil dipenuhi, Kabupaten Sumba Timur diharapkan dapat segera menyusul Kabupaten Sumba Barat yang sudah terlebih dahulu masuk dan terdaftar dalam program Sekolah Rakyat ini.






