Gempa bumi berkekuatan merusak mengguncang wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Merespons bencana alam tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja selama lima hari berturut-turut di berbagai titik terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
Dampak dari gempa bumi ini melanda sejumlah kabupaten di NTT, yang merusak infrastruktur serta mengakibatkan adanya korban jiwa. Untuk merumuskan langkah penanganan yang terintegrasi, sebuah rapat koordinasi dilaksanakan secara hybrid dari ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat pada Minggu, 16 Agustus 2026. Setelah rapat tersebut, peninjauan langsung segera dilakukan ke Kabupaten Manggarai Timur guna menyalurkan bantuan darurat berupa tenda, makanan, dan makanan cepat saji bagi para pengungsi.
Kunjungan kerja ini juga bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan nasional. Pada Senin, 17 Agustus 2026, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur. Usai upacara, rombongan langsung bergerak menemui warga di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara. Di lokasi ini, diserahkan bantuan berupa dua unit genset, 10 unit velbed, uang tunai sebesar Rp200 juta untuk kebutuhan dua desa, serta bantuan pribadi untuk SMP Abdurrahman Wahid. Kementerian Dalam Negeri juga menyalurkan santunan senilai Rp15 juta kepada masing-masing ahli waris korban yang meninggal dunia akibat bencana ini.
Pencapaian Jogja Fashion Week 2026, Transaksi Rp2 Miliar dalam Empat Hari

Upaya penanganan berlanjut ke wilayah lain pada hari berikutnya. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Mendagri mengunjungi Kabupaten Ende untuk mengevaluasi penanganan dampak gempa serta menyerahkan santunan Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia di Kecamatan Nangapanda. Di Kampung Kajulaki, Mbay, bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta dititipkan melalui Ketua Rukun Tetangga (RT) untuk didistribusikan kepada warga. Selain itu, santunan duka senilai Rp15 juta diserahkan pula kepada ahli waris korban di posko Desa Waekokak, Kabupaten Nagekeo.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, pemantauan dilanjutkan ke Kabupaten Sikka dengan mengunjungi Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi di Maumere serta meninjau Pelabuhan Laurentius Say. Di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, santunan duka senilai Rp15 juta kembali diserahkan kepada ahli waris korban meninggal. Mendagri juga menitipkan bantuan uang tunai sebesar Rp200 juta untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di Pulau Palue. Selama masa peninjauan ini, pengawasan terhadap pengelolaan anggaran daerah juga diperketat melalui supervisi dana Transfer ke Daerah (TKD) di seluruh kabupaten dan kota di NTT.
Memahami Kategori dan Format Baru Kompetisi Al-Quran King Abdulaziz di Makkah

Sebagai langkah pemulihan jangka panjang, pemerintah berfokus pada perbaikan dokumen warga dan pemulihan fasilitas publik. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dipastikan akan memfasilitasi penerbitan ulang dokumen kependudukan yang rusak atau hilang, seperti KTP-el, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk pencetakan ulang dokumen pertanahan, serta dengan pihak kepolisian untuk pengurusan kembali dokumen kendaraan seperti BPKB, STNK, dan SIM. Sementara itu, pemulihan fasilitas kesehatan akan dikoordinasikan oleh dinas kesehatan setempat bersama Menteri Kesehatan, dan perbaikan fasilitas pendidikan akan ditangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.






