Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengimbau jajaran pemerintah daerah di wilayah yang terkena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemda diminta bersiap menghadapi potensi eskalasi dampak sekaligus menyesuaikan operasional layanan publik berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Sebaran abu vulkanik dari aktivitas vulkanik tersebut tercatat melingkupi sejumlah wilayah, meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatra Selatan. Arahan kewaspadaan ini disampaikan Mendagri dalam konferensi pers daring bertajuk Menjaga Keberlangsungan Layanan Pemerintah dan Pendidikan di Wilayah Terdampak Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau dari Jakarta pada Minggu (6/9).
Tito mengungkapkan bahwa sejumlah pemerintah provinsi telah mengoordinasikan situasi terkini kepada jajaran pemerintah kabupaten dan kota masing-masing guna memperkuat mitigasi tanpa memicu kepanikan warga. Menurutnya, kesiapsiagaan aparatur sangat krusial agar masyarakat tetap tenang sembari mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Mendagri Izinkan WFH di Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Penyesuaian Layanan Publik, Sekolah, dan Transportasi
Untuk melindungi kesehatan warga dari paparan abu vulkanik, Tito mengingatkan pentingnya menjaga saluran pernapasan serta kesehatan mata melalui penggunaan masker dan pelindung mata. Pemda diinstruksikan untuk segera menyalurkan masker kepada masyarakat yang berada di kawasan terdampak.
Pada sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar masih dapat dijalankan di dalam ruang kelas selama situasi memungkinkan dan pemantauan sebaran abu terus dilakukan. Sebaliknya, aktivitas siswa di luar ruangan harus disesuaikan secara ketat mengikuti perkembangan kondisi lingkungan.
875 Penumpang Gagal Terbang Gegara Erupsi Anak Krakatau

Penyesuaian serupa berlaku bagi sektor transportasi lokal yang berada di bawah kewenangan daerah, mulai dari moda darat, laut, sungai, hingga danau. Pemda diminta langsung mengambil langkah pengamanan operasional apabila terjadi peningkatan risiko keselamatan berdasarkan penilaian situasi nyata.
Di samping kesiapan operasional daerah, Mendagri kembali mengingatkan masyarakat luas agar mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer. Semua pihak juga diimbau untuk selalu merujuk pada informasi dan arahan resmi yang dirilis oleh BMKG, BNPB, serta instansi berwenang lainnya.






