Berita Viral Terkini

Mengukur Kemakmuran Negara Lewat Pemerataan Kualitas Sekolah Anak

Wahyu SuryaniPublished 26 Jul 2026 - 16.180 Reads
Bagikan WhatsAppX
Mengukur Kemakmuran Negara Lewat Pemerataan Kualitas Sekolah Anak
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Indikator kemakmuran sebuah bangsa sering kali hanya diukur dari angka-angka pertumbuhan ekonomi yang abstrak. Namun, sebuah sudut pandang baru kini didorong dari Parlemen Senayan, yang menempatkan kesejahteraan anak-anak sebagai tolok ukur utama keberhasilan pembangunan nasional. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa kualitas hidup generasi penerus, mulai dari kesehatan fisik hingga akses pendidikan yang layak, harus menjadi cermin nyata dari kemakmuran rakyat yang sesungguhnya. Momentum Hari Anak Nasional 2026 dinilai menjadi titik balik yang tepat untuk menggeser paradigma pembangunan tersebut.

Salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan anak adalah dengan meruntuhkan sekat perbedaan antara sekolah negeri dan swasta. Selama ini, ketimpangan fasilitas dan mutu pendidikan masih menjadi persoalan klasik yang belum tuntas. Pemerintah didorong untuk mempercepat program revitalisasi sekolah secara merata tanpa memandang status kepemilikan lembaga pendidikan tersebut. Setiap anak Indonesia, baik yang belajar di sekolah plat merah maupun swasta, berhak mendapatkan fasilitas belajar yang memadai, akses jalan yang aman, serta kehadiran tenaga pendidik yang berkualitas.

Also Read

Mengukur Kualitas Sekolah Lewat Pengisian Survei Lingkungan Belajar 2026

Kondisi di lapangan menunjukkan potret pendidikan yang masih timpang, ditandai dengan banyaknya sekolah yang kekurangan murid, bangunan yang rusak, hingga krisis jumlah guru di berbagai pelosok daerah. Infrastruktur penunjang seperti jembatan dan jalan menuju sekolah juga kerap membahayakan keselamatan siswa. Oleh karena itu, percepatan pembangunan fisik dan peningkatan kesejahteraan guru menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh ditunda. Peningkatan mutu pendidikan bukan sekadar urusan kurikulum, melainkan juga kenyamanan dan keamanan lingkungan tempat anak-anak menimba ilmu.

Di sisi lain, pemenuhan gizi anak menjadi fondasi krusial sebelum mereka dapat menyerap pelajaran dengan baik di kelas. Kebijakan program Makan Bergizi Gratis yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Meski demikian, program skala besar ini memerlukan evaluasi berkala agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan fisik serta mental anak. Sinergi antara pemenuhan gizi dan pendidikan yang layak akan menciptakan ekosistem tumbuh kembang anak yang optimal.

Also Read

Pemerintah Padukan Sains dan Karakter Melalui Revitalisasi Sekolah di Yogyakarta

DPR RI berkomitmen untuk mengawal ketat alokasi anggaran negara agar benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar anak-anak Indonesia. Tantangan zaman modern, termasuk ancaman perundungan, kekerasan, serta dampak negatif dari disrupsi teknologi informasi, memerlukan benteng pertahanan yang kokoh. Melalui regulasi yang efektif dari pemerintah, pengawasan ketat dari parlemen, serta peran aktif keluarga dan sekolah, anak-anak diharapkan dapat tumbuh di lingkungan yang aman. Perlindungan menyeluruh ini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun fondasi kesejahteraan bangsa yang berkelanjutan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca