Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Menteri Pertanian Gulirkan Strategi Tiga Tahap Urai Kemiskinan di Kabupaten Alor

Yolanda TobanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menteri Pertanian Gulirkan Strategi Tiga Tahap Urai Kemiskinan di Kabupaten Alor
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Persoalan keterjangkauan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencuat dari aspirasi yang disuarakan oleh mahasiswa asal Alor, Adriano Padama. Keluhan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi dialog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Adriano memaparkan bahwa masyarakat di daerah asalnya kerap menghadapi harga beras yang tinggi akibat rendahnya produksi lokal serta adanya kendala distribusi antarpulau. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah meluncurkan tindakan terpadu yang berlanjut pada kunjungan kerja Mentan Amran ke Kabupaten Alor pada Sabtu (8/8/2026). Kunjungan ini menandai penyiapan strategi pertanian tiga tahap untuk mengatasi kemiskinan di kawasan tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Fase pertama berfokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga beras. Mentan Amran meminta Perum Bulog untuk segera menggelontorkan stok beras ke berbagai wilayah yang membutuhkan di Alor. Intervensi ini melanjutkan langkah Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor mencapai 764.070 kilogram selama periode Maret hingga Juli 2026. Beras SPHP ini didistribusikan lewat jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), para pengecer di pasar rakyat, serta program Gerakan Pangan Murah (GPM). Di samping itu, pemerintah juga mendistribusikan bantuan pangan beras sebanyak 746.000 kilogram hingga 31 Juli 2026, sehingga total pasokan yang telah disalurkan berkisar di angka 1,5 juta kilogram.

Baca Juga

Sudah 20 Tahun, Aturan Polusi Jakarta Didorong Masuk Prioritas Revisi

Sudah 20 Tahun, Aturan Polusi Jakarta Didorong Masuk Prioritas Revisi

Setelah penanganan ketersediaan pangan berjalan, pendekatan di Alor diperluas pada peningkatan produksi. Di sela-sela peninjauan lapangan, Mentan Amran menjelaskan bahwa pemenuhan konsumsi mendesak harus diiringi dengan peningkatan kapasitas panen lokal. "Jadi program kita jelas: ada jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita lakukan di sini," kata Amran saat kunjungan kerja di Alor, NTT, Sabtu (8/8/2026). Kerangka kebijakan tiga tahap ini secara spesifik membagi fokus kerja pada pemenuhan stok beras saat ini, pendorong produksi tanaman pangan dalam waktu cepat, dan pengembangan komoditas perkebunan untuk kesejahteraan jangka panjang.

Langkah pada tahap kedua dipusatkan pada percepatan produksi tanaman pangan yang mampu memberikan hasil panen dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga hingga empat bulan. Sebagai dukungan operasional, pemerintah memasok sarana produksi berupa benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan pompa air untuk area lahan yang memiliki sumber air. Alokasi bantuan benih padi bahkan dinaikkan secara signifikan oleh Mentan Amran dari permintaan awal seluas satu hektare menjadi 3.000 hektare. Pada saat yang sama, lahan seluas 3.000 hektare juga disiapkan untuk program pengembangan jagung sebagai bagian dari sasaran jangka menengah.

Baca Juga

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

Adapun fase ketiga menargetkan penanaman komoditas perkebunan yang memiliki masa produktif jangka panjang. Mentan Amran menilai bahwa tanaman seperti kelapa, mete, dan kakao sangat cocok dikembangkan di Alor karena didukung oleh kondisi agroklimat wilayah tersebut. Komoditas perkebunan ini diproyeksikan mampu menjadi sumber pendapatan yang bertahan hingga puluhan tahun bagi warga lokal. Integrasi antara stabilitas harga pangan, penguatan produksi padi dan jagung, serta pengembangan tanaman perkebunan diharapkan dapat menuntaskan persoalan kemiskinan di Alor secara menyeluruh.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Nusa Tenggara TimurKementerian Pertanianandi amran sulaiman

Berita Terbaru Lainnya

Sudah 20 Tahun, Aturan Polusi Jakarta Didorong Masuk Prioritas RevisiMensos Targetkan 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027Polisi Tangkap 15 Pelaku Pemerkosaan Anak di Mamuju, Dua di Antaranya Paman KorbanJalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Lahan, Calon Pendaki Bisa Ajukan RefundAUKSI Imbau Calon Peserta Lelang Mobil Bekas Siapkan Anggaran dan Batas Harga MaksimalNilai Transaksi QRIS Capai Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026Kasus Pembunuhan Anak di Tapanuli Selatan, Pelaku Pura-Pura Evakuasi Korban untuk Kelabui PolisiKecelakaan Dua Truk Pelajar di Cawang, Bus Sekolah Dikerahkan untuk Evakuasi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026