Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau langsung kondisi sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (27/8). Kunjungan lapangan ini berlangsung menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam peninjauan tersebut, lokasi pertama yang didatangi adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhtiar, yang sebagian bangunannya roboh akibat guncangan gempa. Guna mempercepat perbaikan sarana belajar, Iftitah menyalurkan bantuan senilai Rp200 juta untuk rehabilitasi fisik gedung madrasah. Terkait teknis pelaksanaan, Kementerian Transmigrasi berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat agar pembangunan ruang kelas berjalan tepat sasaran dan gedung sekolah dapat segera kembali digunakan oleh para siswa dan guru.
Bulog Tambah Kuota Penyaluran Beras SPHP 1 Juta Ton Antisipasi Dampak El Nino hingga Maret 2027

Setelah dari MI Al-Ikhtiar, Mentrans melanjutkan perjalanan ke SDI Nanga Nae di Manggarai Barat untuk memantau kondisi peserta didik pascagempa. Di sekolah ini, Iftitah menyerahkan bantuan alas kaki berupa sepatu bagi para siswa yang sebelumnya bersekolah tanpa perlengkapan yang memadai.
Peristiwa gempa bumi pada pertengahan Agustus 2026 itu tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga memengaruhi wilayah permukiman transmigrasi di kawasan NTT. Bencana ini tercatat berdampak pada 13 satuan permukiman transmigrasi yang tersebar di lima kabupaten.
Kabareskrim Ungkap 78 Titik Rawan Konflik Agraria di Indonesia

Secara menyeluruh di kawasan terdampak, gempa mengakibatkan sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak serta menimbulkan kerusakan pada 1.536 unit rumah tinggal. Sejak dimulainya status tanggap darurat, Kementerian Transmigrasi telah mendistribusikan pasokan bantuan kebutuhan pokok untuk menyokong warga di wilayah-wilayah terdampak tersebut.






