Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Yolanda TobanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 07.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Aktivitas panen kelapa sawit di wilayah Kalimantan dan Sumatra kini tengah menghadapi gangguan serius. Para petani kelapa sawit di Indonesia dan negara tetangga, Malaysia, harus berhadapan dengan kombinasi tekanan yang berat, mulai dari lonjakan harga bahan bakar, kelangkaan pasokan solar, hingga ancaman fenomena alam El Nino yang berpotensi memangkas hasil panen secara drastis.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Masalah kelangkaan bahan bakar di Sumatra mulai dirasakan sejak pertengahan Juli lalu. Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, terbatasnya pasokan solar berimbas langsung pada operasional harian petani. Dampaknya, interval panen kelapa sawit di Sumatra terpaksa diperpanjang menjadi 8 hingga 12 hari, dari yang biasanya berkisar antara 8 hingga 10 hari. Gangguan rantai pasok energi ini dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar global serta menipisnya pasokan minyak dunia sejak meletusnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.

Kondisi serupa juga menimpa para petani di Malaysia, khususnya di wilayah Sabah dan Sarawak. Di kedua wilayah tersebut, harga solar nonsubsidi melonjak hampir 120 persen. Pemerintah Malaysia sebenarnya menyediakan solar bersubsidi dengan harga 2,10 ringgit atau setara dengan 0,66 dolar AS per liter. Namun, kuota subsidi tersebut dibatasi hanya 200 liter per bulan untuk setiap petani. Alokasi ini dinilai sangat tidak memadai karena kebutuhan operasional rata-rata petani sawit mencapai setidaknya 500 liter per bulan. Akibatnya, banyak petani yang terpaksa mengurangi frekuensi panen mereka secara signifikan, dari yang biasanya sekitar 2,5 putaran per bulan menjadi hanya dua, 1,5, bahkan hingga satu kali panen saja dalam sebulan.

Baca Juga

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Duga Penyebabnya Korsleting Lampu

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Duga Penyebabnya Korsleting Lampu

Penundaan aktivitas panen ini membawa konsekuensi buruk bagi produktivitas kebun. Napolean R Ningkos dari Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Dayak Sarawak memperingatkan bahwa keterlambatan masa panen dapat mengurangi hasil produksi kelapa sawit di Sarawak sebesar 15 hingga 20 persen. Penurunan produksi di wilayah ini tentu berdampak besar bagi industri sawit regional, mengingat Sabah dan Sarawak secara gabungan menyumbang 43,9 persen dari total produksi crude palm oil (CPO) Malaysia yang mencapai 20,28 juta metrik ton. Sementara di Indonesia, Sumatra memegang peranan krusial dengan menyumbang 55 persen dari total produksi minyak sawit nasional berdasarkan data Kementerian Pertanian.

Di tengah ketidakpastian pasokan bahan bakar, ancaman perubahan cuaca ekstrem juga membayangi sektor ini. Fenomena El Nino diperkirakan akan mengurangi curah hujan secara signifikan di wilayah Asia Tenggara, yang pada gilirannya bakal menurunkan hasil panen kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Sejarah mencatat bahwa kondisi El Nino parah yang terjadi pada tahun 2015 dan 2016 telah memangkas produksi minyak kelapa sawit Malaysia hingga 18 persen dan menurunkan produksi Indonesia sebesar 3 persen.

Baca Juga

Kasus Dugaan Pemukulan Pengendara oleh Dirreskrimum Polda Sumbar Berakhir Damai

Kasus Dugaan Pemukulan Pengendara oleh Dirreskrimum Polda Sumbar Berakhir Damai

Kekhawatiran akan penurunan pasokan global ini telah mendorong kenaikan harga kontrak berjangka minyak sawit acuan di Malaysia sebesar lebih dari 15 persen sepanjang tahun ini. Para petani kini hanya bisa berharap adanya solusi cepat atas kelangkaan bahan bakar agar mereka dapat menyelamatkan sisa hasil panen sebelum dampak buruk kekeringan akibat El Nino benar-benar menghantam perkebunan mereka.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El NinoKelapa SawitpertanianBahan Bakar

Berita Terbaru Lainnya

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Duga Penyebabnya Korsleting LampuKasus Dugaan Pemukulan Pengendara oleh Dirreskrimum Polda Sumbar Berakhir DamaiDinamika Strategis dan Mekanisme Pertahanan Kolektif Perjanjian MekkahUpaya Palestina Melindungi Situs Arkeologi Hebron dari Ancaman PendudukanHunter Biden Ungkap Kondisi Joe Biden, Kanker Prostat Telah Menyebar ke TulangMekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026