Kepulan asap pekat dan bau menyengat akibat kebakaran tumpukan sampah di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, berdampak langsung pada permukiman warga sekitar. Peristiwa yang membakar tumpukan sampah selama lebih dari 24 jam tersebut kini berujung pada penelusuran aparat kepolisian terhadap pihak-pihak yang diduga membuang sampah ilegal di lokasi tersebut.
Dampak kebakaran dirasakan warga di Kampung Cibeka yang berjarak sekitar 400 hingga 700 meter dari titik kebakaran. Selain memunculkan keluhan sesak napas akibat asap, kobaran api sempat terlihat jelas dari permukiman dan terdengar letupan yang menyerupai suara petasan pada Sabtu (29/8/2026).
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki dugaan adanya oknum yang sengaja membuang sampah ke lahan tersebut. Titik api pertama kali disadari oleh warga di Kampung Pranje, Desa Waringinkurung, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB.
Potensi Geothermal Cianjur, Dari Energi Bersih hingga Peluang Ekonomi Lokal

Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, api bermula dari semak ilalang yang mengering di atas area pembuangan. Api tersebut kemudian menjalar ke tumpukan sampah lama dalam volume besar yang berada di bawah permukaan tanah.
Lahan yang terbakar ini awalnya merupakan area bekas galian bata dan berstatus aset milik Pemerintah Kota Serang. Sejak 2020, area tersebut difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara oleh Pemerintah Kabupaten Serang yang saat itu belum memiliki fasilitas pembuangan mandiri. Operasional pembuangan sampah di lahan ini telah resmi ditutup pada 2025 seiring adanya izin pembuangan ke TPA Cilowong. Pada awal 2026, Pemkab Serang dan Pemkot Serang juga telah menyepakati MoU pembuangan sampah ke TPA Cilowong di Gunungsari.
Dirut ASDP Perkuat Koordinasi Urai Kepadatan Kendaraan di Pelabuhan Ketapang

Hingga Minggu (30/8/2026), api berskala besar di permukaan telah padam, namun asap tebal masih mengepul karena bara api tertimbun di bawah material sampah. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan ke lokasi untuk membongkar dan mengurai gundukan sampah agar petugas damkar dapat memadamkan titik api secara langsung.






