Pengembangan potensi energi panas bumi atau geothermal di Kabupaten Cianjur dinilai harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan lebih luas bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan energi bersih tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pasokan listrik, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Pesan tersebut mengemuka dalam gelaran Geothermal Fun Day yang diinisiasi oleh Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) dan Inisiatif Daulat Energi (IDE) di Sapong Space, Cianjur, Ahad (6/9/2026). Forum ini menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat agar pemanfaatan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.
Aktivis Muda nasional sekaligus Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, M. Arief Rosyid Hasan, menjelaskan bahwa dinamika serta resistensi publik yang kerap muncul pada proyek energi besar umumnya berakar dari kekhawatiran warga sekitar. Masyarakat sering kali merasa kehadiran proyek skala besar tidak memberikan dampak ekonomi langsung bagi kehidupan mereka sehari-hari.
Menhub, 1.558 Penerbangan Terdampak Penutupan 8 Bandara akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Untuk mengatasi hal itu, Arief menegaskan perlunya meninggalkan pola-pola lama dalam mengelola kebijakan energi nasional maupun pembangunan daerah demi mendorong kemajuan bangsa. Pendekatan baru yang melibatkan berbagai pihak dinilai menjadi solusi utama. Apabila kolaborasi pentahelix berjalan dengan baik, dukungan publik terhadap kebijakan energi baru dan terbarukan (EBT) diyakini dapat terwujud secara penuh.
Pelibatan Publik dan Konsistensi Prosedur
Pandangan mengenai pentingnya peran masyarakat turut ditegaskan oleh Rektor UNPI Cianjur, Dodi Faraitody. Dodi mengingatkan agar partisipasi publik dilakukan secara bermakna agar warga benar-benar memahami arah pengembangan geothermal di wilayah mereka, bukan semata-mata menjadi kelengkapan administrasi proyek.
Dirut ASDP Perkuat Koordinasi Urai Kepadatan Kendaraan di Pelabuhan Ketapang

Secara teknis, Dodi menilai pemanfaatan geothermal tergolong relatif aman bagi kelestarian lingkungan hidup. Kendati demikian, faktor kunci untuk menjaga keamanan operasional serta membangun kepercayaan masyarakat tetap bertumpu pada penegakan hukum yang tegas dan kepatuhan prosedur yang konsisten di lapangan.






