Pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi berbasis teknologi dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi transformasi industri berkelanjutan. Komitmen strategis tersebut ditegaskan dalam perhelatan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 di Jakarta.
Pengembangan industri nasional ke depan dinilai tidak cukup hanya menitikberatkan pada peningkatan volume produksi semata. Penguatan teknologi dan efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam memperkokoh daya saing sekaligus rantai nilai industri nasional, di samping memastikan pemanfaatan potensi sumber daya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menekankan pentingnya hilirisasi sebagai langkah strategis nasional. Melalui program hilirisasi yang konsisten, potensi sumber daya alam yang melimpah diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar di dalam negeri sebelum didistribusikan ke pasar yang lebih luas.
Minyak Jelantah dari MBG Bakal 'Disulap' Jadi Avtur Ramah Lingkungan

Sementara itu, dari sudut pandang perencanaan pembangunan dan integrasi kebijakan, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mendorong kolaborasi yang erat antarlembaga. Kerja sama lintas instansi tersebut krusial agar perumusan kebijakan dan skema pembiayaan industri nasional dapat terlaksana secara terintegrasi dan saling mendukung.
Integrasi Sektor Strategis dan Ketahanan Industri
Gelaran IEE Series – Engineering Week 2026 menjadi platform konkret untuk merealisasikan kemitraan lintas sektor berskala global. Ajang ini mempertemukan sebanyak 1.694 perusahaan dari 34 negara dalam satu wadah kolaborasi terpadu.
Masih Kesulitan Bikin Laporan Keuangan Usaha? Coba Belajar Accurate

Ekosistem yang dibangun dalam perhelatan ini merangkum delapan sektor strategis sekaligus, mulai dari sektor pertambangan, konstruksi, hingga manajemen bencana. Penyatuan sektor-sektor ini ditujukan untuk memperluas jejaring serta memperkuat rantai pasok industri dari hulu hingga hilir.
Selain mendorong kolaborasi ekonomi dan teknologi, dimensi ketahanan industri turut diperkuat melalui integrasi mitigasi risiko bencana ke dalam perencanaan sektor produksi. Langkah integratif ini dipandang esensial guna memastikan kelancaran serta keberlangsungan operasional industri nasional dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.






