Bagaimana bisa sebuah program domestik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba diusulkan untuk meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2026, dan siapakah sebenarnya pihak di balik penyusunan dokumen usulan tersebut? Pertanyaan ini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah sebuah naskah akademik yang mengaitkan program tersebut dengan penghargaan internasional beredar luas di dunia maya. Menanggapi kegaduhan ini, jajaran pemerintah langsung turun tangan guna menyelidiki asal-usul serta keabsahan dokumen yang menjadi pemicu polemik tersebut.
Kehebohan ini bermula ketika sebuah makalah akademik terunggah di situs papers.ssn.com. Dokumen ilmiah tersebut memiliki judul yang cukup panjang, yaitu "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Foor Security Industry and Indonesia's Economic Growth". Perhatian publik semakin tersedot setelah sebuah akun di media sosial X dengan nama pengguna @Txtdariugm membagikan tangkapan layar dari potongan makalah tersebut. Dalam unggahannya, akun tersebut mengeklaim bahwa salah satu penulis yang tercantum dalam naskah adalah Prabowo, dan dokumen itu dimaksudkan sebagai usulan program MBG untuk bersaing memperebutkan Nobel Perdamaian pada tahun 2026 mendatang.








