Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Investigasi Makalah Usulan Makan Bergizi Gratis untuk Nominasi Nobel Perdamaian 2026

Rimba NainggolanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 07.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Investigasi Makalah Usulan Makan Bergizi Gratis untuk Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana bisa sebuah program domestik seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba diusulkan untuk meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2026, dan siapakah sebenarnya pihak di balik penyusunan dokumen usulan tersebut? Pertanyaan ini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah sebuah naskah akademik yang mengaitkan program tersebut dengan penghargaan internasional beredar luas di dunia maya. Menanggapi kegaduhan ini, jajaran pemerintah langsung turun tangan guna menyelidiki asal-usul serta keabsahan dokumen yang menjadi pemicu polemik tersebut.

Kehebohan ini bermula ketika sebuah makalah akademik terunggah di situs papers.ssn.com. Dokumen ilmiah tersebut memiliki judul yang cukup panjang, yaitu "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Foor Security Industry and Indonesia's Economic Growth". Perhatian publik semakin tersedot setelah sebuah akun di media sosial X dengan nama pengguna @Txtdariugm membagikan tangkapan layar dari potongan makalah tersebut. Dalam unggahannya, akun tersebut mengeklaim bahwa salah satu penulis yang tercantum dalam naskah adalah Prabowo, dan dokumen itu dimaksudkan sebagai usulan program MBG untuk bersaing memperebutkan Nobel Perdamaian pada tahun 2026 mendatang.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Melihat situasi yang berkembang di ruang publik, pemerintah segera mengambil langkah taktis. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), M Qodari, membenarkan bahwa saat ini proses penyelidikan tengah berjalan secara intensif untuk menelusuri latar belakang kemunculan dokumen tersebut. "Lagi investigasi," ujar M Qodari saat memberikan konfirmasi kepada awak media di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu (5/8). Meskipun demikian, pihak Bakom RI belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil sementara dari penyelidikan tersebut ataupun pihak-pihak luar yang kemungkinan terlibat.

Baca Juga

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan Baru

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan Baru

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga ikut melakukan penelusuran internal secara mendalam. Langkah klarifikasi ini diambil setelah nama kementerian tersebut turut dikaitkan dengan kasus ini. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang memverifikasi keaslian dari sebuah surat bernomor ND/KIE/001/I/2026 yang telanjur viral di media sosial. Kemendagri perlu memastikan apakah surat tersebut memang resmi dikeluarkan secara kelembagaan oleh pihak kementerian atau merupakan dokumen yang tidak sah.

Selain memeriksa keaslian surat dinas tersebut, Benni Irwan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN). Koordinasi ini dirasa perlu karena di dalam lembar makalah yang beredar, terdapat nama salah satu pegawai yang dicantumkan sebagai pihak terkait. Kendati demikian, pihak rektorat IPDN membantah keras keterlibatan institusi mereka dalam penyusunan maupun pengunggahan makalah ilmiah tersebut. "Itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor itu bukan dari IPDN," kata Benni menegaskan hasil komunikasinya dengan pimpinan sekolah kedinasan tersebut.

Baca Juga

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Meskipun pihak IPDN telah memberikan bantahan resmi, penelusuran internal Kemendagri menemukan fakta lain mengenai keberadaan nama yang tercantum. Diketahui bahwa memang ada seorang staf bernama Ashar yang bekerja di lingkungan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri. Menindaklanjuti temuan ini, Direktur Jenderal Polpum, Akmal, langsung mengambil tindakan dengan meminta klarifikasi secara internal kepada Ashar guna mengetahui sejauh mana keterkaitannya dengan penulisan makalah tersebut.

Hingga saat ini, penyelidikan yang dilakukan oleh Bakom RI maupun Kemendagri masih terus bergulir. Publik masih harus menunggu hasil akhir dari investigasi ini untuk mendapatkan kepastian mengenai motif di balik penyusunan makalah tersebut, keaslian surat dinas yang beredar, serta status keterlibatan staf kementerian yang namanya tercantum di dalamnya. Pemerintah pun mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil resmi dari investigasi internal ini diumumkan ke publik.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KemendagriMakan Bergizi GratisBakom RINobel PerdamaianInvestigasi Makalah

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan BaruJadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat FinalJadwal Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan Kiprah Veda Ega PratamaKSAU dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Lakukan Penerbangan Formasi Bersama di DarwinGubernur Yulius Selvanus Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov SulutSMPN 1 Nabire Kembalikan Siswa Tersangka Pembunuhan Adik Kelas kepada Orang TuaKenali Perbedaan Demam Biasa dan Mastitis pada Ibu MenyusuiPrakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, Waspada Gelombang Tinggi dan Karhutla

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap