Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah melakukan langkah evaluasi yang mendalam terkait jumlah penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah evaluasi ini diambil setelah ditemukannya permasalahan administrasi berupa data ganda penerima manfaat yang jumlahnya mencapai sekitar 6 juta entri data. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara resmi memaparkan temuan tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Temuan ini menjadi landasan penting bagi pemerintah untuk menata ulang akurasi data penerima program nasional tersebut agar pelaksanaan program berjalan dengan lebih tepat sasaran.








