Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintahan Trump Kembalikan Pendapatan Tarif Rp1.800 Triliun Usai Putusan Mahkamah Agung AS

Wahyu SuryaniDiterbitkan 6 Agu 2026 - 08.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintahan Trump Kembalikan Pendapatan Tarif Rp1.800 Triliun Usai Putusan Mahkamah Agung AS
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah mengembalikan dana tarif sebesar kurang lebih US$100 miliar atau setara Rp1.800 triliun kepada para importir. Langkah pengembalian dana dalam skala raksasa ini terpaksa dilakukan setelah kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan oleh administrasi Trump dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat. Informasi resmi mengenai nilai pengembalian ini tertuang dalam dokumen yang diserahkan oleh pemerintah AS kepada Pengadilan Perdagangan Internasional Amerika Serikat pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Rangkaian peristiwa ini bermula dari kebijakan tarif luas yang diterapkan oleh pemerintahan Trump sepanjang tahun 2025. Kebijakan tersebut menggunakan dasar hukum Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) dan berhasil mengumpulkan total dana sekitar US$166 miliar. Namun, pada akhir Februari, Mahkamah Agung AS membatalkan dasar hukum tersebut dengan memutuskan bahwa IEEPA tidak memberikan wewenang bagi presiden untuk memberlakukan tarif semacam itu. Kebijakan tarif ini pun resmi dicabut. Sekitar dua minggu setelah pencabutan tersebut, Hakim Federal Richard Eaton mengeluarkan perintah resmi agar seluruh dana tarif yang telah dipungut di bawah payung hukum IEEPA segera dikembalikan kepada para importir yang terdampak.

Baca Juga

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan Baru

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan Baru

Untuk menindaklanjuti keputusan pengadilan, otoritas Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) meluncurkan sistem khusus bernama Consolidated Administration and Processing of Entries (CAPE) pada akhir April. Sistem CAPE ini dirancang khusus untuk mendata, melacak, serta menyalurkan kembali dana pengembalian tarif. Hingga tanggal 31 Juli, sistem tersebut tercatat telah menerima sebanyak 252.496 deklarasi pengembalian tarif yang mencakup lebih dari 25 juta entri impor. Dari proses tersebut, potensi pengembalian dana yang masuk untuk diproses melalui CAPE mencapai hampir US$129 miliar. Dari total pengajuan tersebut, sekitar US$100 miliar telah selesai diproses, disertifikasi, dan diteruskan ke Departemen Keuangan AS untuk segera dicairkan kepada importir. Jumlah US$100 miliar ini mencakup sekitar 60 persen dari total dana tarif IEEPA yang dipungut selama tahun 2025.

Secara keseluruhan, beban tarif IEEPA yang sebelumnya diterapkan pemerintahan Trump telah melibatkan lebih dari 330.000 importir dengan cakupan transaksi mencapai lebih dari 53 juta entri impor. Meskipun menghadapi pembatalan dari lembaga peradilan tertinggi, Donald Trump tetap membela kebijakan tarifnya. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Selasa, Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif tersebut telah berhasil mengumpulkan dana hingga ratusan miliar dolar. Di sisi lain, meskipun harus mengembalikan dana dalam jumlah fantastis, pemerintahan Trump dilaporkan tidak sepenuhnya menyerah. Pihak administrasi diketahui tengah mengambil langkah-langkah strategis untuk membangun kembali rezim tarif serupa dengan menggunakan landasan hukum yang berbeda.

Baca Juga

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Proses pengembalian dana melalui sistem CAPE ini tidak berjalan sepenuhnya mulus bagi seluruh pihak. Hambatan administratif dalam pencairan dana mendorong munculnya gugatan hukum baru. Freestyle World, sebuah perusahaan importir yang berbasis di California, berupaya mengajukan gugatan kelompok (class action) mewakili bisnis-bisnis skala kecil yang merasa kesulitan dalam mencairkan hak pengembalian dana mereka lewat sistem CAPE. Kendati demikian, pemerintah AS menolak gugatan tersebut. Perwakilan hukum pemerintah berargumen di pengadilan bahwa permohonan sertifikasi gugatan kelompok yang diajukan oleh Freestyle World sudah terlambat dan secara hukum dinyatakan tidak sah.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpTarif ImporAmerika SerikatMahkamah Agung AS

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Tayang Flex x Cop 2 Mulai Agustus 2026, Sajikan Kolaborasi Jin Yi-soo dan Atasan BaruJadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat FinalJadwal Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan Kiprah Veda Ega PratamaKSAU dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Lakukan Penerbangan Formasi Bersama di DarwinGubernur Yulius Selvanus Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov SulutSMPN 1 Nabire Kembalikan Siswa Tersangka Pembunuhan Adik Kelas kepada Orang TuaKenali Perbedaan Demam Biasa dan Mastitis pada Ibu MenyusuiPrakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, Waspada Gelombang Tinggi dan Karhutla

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap