Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Pengusaha Buka-bukaan Kondisi Berat Bisnis Galangan Kapal

Wahyu SuryaniDiterbitkan 27 Agu 2026 - 03.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengusaha Buka-bukaan Kondisi Berat Bisnis Galangan Kapal
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Aktivitas industri galangan kapal di dalam negeri terus mengalami kelesuan menyusul minimnya proyek pembuatan armada baru. Pelaku usaha di sektor maritim mengungkapkan bahwa pasar domestik saat ini masih dibanjiri oleh masuknya kapal-kapal impor dari luar negeri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Anita Puji Utami, menyampaikan bahwa impor kapal bekas dari sejumlah negara seperti Jepang dan China hingga kini masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut memicu penurunan drastis pada pesanan pembuatan kapal baru di galangan lokal, sehingga banyak pelaku usaha harus bertahan di tengah situasi yang sangat menantang.

Anita menjelaskan, operasional galangan kapal saat ini sebagian besar hanya mengandalkan pekerjaan perawatan rutin maupun perbaikan ringan untuk menjaga kelangsungan bisnis.

"Memang masih ada pekerjaan, untuk perawatan tahunan, perawatan ringan. Tapi, ke depannya kami berharap akan ada pembangunan kapal baru di dalam negeri," kata Anita dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga

Fasilitas CIL Dibangun, Produksi Emas di Gorontalo Digenjot

Fasilitas CIL Dibangun, Produksi Emas di Gorontalo Digenjot

Kelesuan yang melanda sektor ini telah memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berlangsung sejak masa pandemi COVID-19 pada 2021. Akibat ketiadaan proyek pembuatan kapal, tenaga kerja dalam jumlah signifikan, terutama dari kalangan subkontraktor, terpaksa dirumahkan. Langkah tersebut diambil manajemen perusahaan sebagai opsi untuk menekan biaya produksi dan operasional ke tingkat serendah mungkin.

Menanggapi situasi pasar, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesian National Shipowners Association (INSA), Darmansyah Tanamas, mengonfirmasi bahwa perusahaan pelayaran nasional memang cenderung memilih opsi pengadaan kapal bekas impor daripada memesan kapal baru di galangan domestik.

Menurut Darmansyah, preferensi tersebut didasari oleh faktor tingginya biaya pembuatan kapal baru di dalam negeri serta sulitnya akses permodalan dari sektor perbankan. Selain itu, faktor durasi pengerjaan turut menjadi pertimbangan utama bagi pengusaha pelayaran.

Baca Juga

Produksi Minyak RI Capai 578.156 Barel per Hari, Pemerintah Soroti Kendala Blok Rokan dan Blok Cepu

Produksi Minyak RI Capai 578.156 Barel per Hari, Pemerintah Soroti Kendala Blok Rokan dan Blok Cepu

Proses pembuatan kapal baru di dalam negeri umumnya membutuhkan waktu pengerjaan minimal 12 bulan. Sementara itu, kebutuhan operasional perusahaan pelayaran kerap menuntut ketersediaan armada siap pakai dalam rentang waktu yang jauh lebih cepat, bahkan hingga kurun tiga bulan.

Menghadapi berbagai kendala tersebut, pihak IPERINDO berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang lebih berpihak serta memberikan dukungan konkret demi menjaga keberlangsungan industri galangan kapal dan ekosistem pelayaran nasional.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

BNI Perkuat Layanan dan Pengalaman Pelanggan Rumah Makan Pagi SoreFasilitas CIL Dibangun, Produksi Emas di Gorontalo DigenjotPolda NTT Tetapkan 3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr IchaProduksi Minyak RI Capai 578.156 Barel per Hari, Pemerintah Soroti Kendala Blok Rokan dan Blok CepuWaka MPR RI Dorong Bangun Kesiapsiagaan Bencana Secara MenyeluruhKebakaran Rumah di Muara Angke, 2 Warga TerlukaKementerian PPPA Salurkan Bantuan Khusus Perempuan dan Anak Terdampak Gempa NTTGas Metana Picu Kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Api Belum Padam setelah 21 Jam

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap