Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) bergerak menyalurkan bantuan logistik khusus bagi kelompok rentan yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran ini difokuskan di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur untuk menjawab kebutuhan mendesak anak-anak serta kaum perempuan di pengungsian.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyerahkan langsung paket kebutuhan spesifik tersebut setelah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi NTT dan pemerintah di tujuh kabupaten terdampak. Dari total sekitar 30 ton bantuan yang dihimpun bersama para mitra, sebagian telah berhasil dikirimkan ke lokasi bencana, sementara sisanya masih menghadapi kendala sarana transportasi menuju wilayah kepulauan tersebut.
Bantuan yang didistribusikan mencakup perlengkapan esensial seperti pakaian tidur, pembalut, popok, susu, makanan pendamping ASI, bubur bayi, hingga biskuit. Langkah ini diambil guna mengatasi kekurangan perlengkapan sanitasi dan nutrisi dasar yang kerap luput saat penanganan darurat umum.
Gas Metana Picu Kebakaran TPA Nangkaleah Tasikmalaya, Api Belum Padam setelah 21 Jam

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah pusat yang dinilai memberikan dukungan moril nyata bagi para korban di lapangan.
Kondisi di posko pengungsian Manggarai Timur sendiri mencatat kebutuhan tinggi bagi kelompok rentan. Data per Senin (24/8) malam menunjukkan sebanyak 31.657 jiwa mengungsi, tersebar di 3 posko BPBD dan 661 posko mandiri. Bencana ini juga mengakibatkan 34 orang meninggal dunia, dengan korban jiwa didominasi oleh anak-anak dan perempuan.
Kebakaran di Pluit Jakut Padam, Hanguskan 60 Rumah Warga

Di wilayah Manggarai Timur, kelompok rentan tercatat mencapai 12.725 perempuan, 6.972 anak-anak, 1.635 warga lanjut usia, serta 19 penyandang disabilitas. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Manggarai Timur Pranata Kristiani Agas menyatakan pasokan perlengkapan khusus seperti dignity set dan kids set masih menjadi perhatian utama yang memerlukan kontinuitas pasokan.
Selain intervensi Kementerian PPPA, dukungan lintas lembaga dan daerah turut mengalir ke NTT. Bantuan tersebut antara lain mencakup 60 ton logistik kemanusiaan dari Polda Riau dan Bhayangkari, 2,1 ton rendang dari Pemprov Sumatera Barat, bantuan logistik jalur udara dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, santunan pendidikan senilai Rp305 juta dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti, serta pengerahan 10 personel SAR Brimob berikut kendaraan dapur lapangan dari Polda Bali.






