Para pengemudi ojek online diimbau untuk tetap menjaga ketertiban serta menyaring setiap kabar yang beredar di media sosial agar tidak memicu keresahan di ruang publik. Seruan ini menyusul maraknya perbincangan terkait rencana aksi unjuk rasa pengemudi ojol yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Koalisi Ojol Nasional (KON) menegaskan bahwa organisasinya sama sekali tidak terlibat dalam rencana aksi tersebut. Beredarnya informasi palsu atau hoaks di platform digital dinilai berpotensi menyesatkan rekan-rekan pengemudi di lapangan jika ditelan mentah-mentah.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal KON, Juwel Safriko Hutasoit atau yang akrab disapa Papa Deon, saat bertatap muka dengan ratusan mitra pengemudi dari kawasan Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan. Pertemuan tersebut dikemas dalam agenda 'Ngopi Bareng Ojol Surabaya Raya' yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026).
Menko Muhaimin Luncurkan Perintis Berdaya Connect, Satukan Akses UMKM dan Ekonomi Kreatif

Papa Deon meminta seluruh pengemudi untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan yang didasari kabar burung tanpa sumber yang jelas. Menurutnya, setiap isu yang berkembang di media sosial wajib diverifikasi dan dikonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu sebelum ditanggapi.
Dorong Dialog dan Kejelasan Kemitraan
Dalam forum yang dipimpin oleh Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional Andi Kristiyanto tersebut, KON juga membedah pemahaman mendalam terkait status kemitraan antara pengemudi dan perusahaan aplikator. Edukasi ini diberikan agar para pengemudi memahami hak dan kewajiban mereka secara proporsional.
Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Maknanya

Para pengemudi dari tiga wilayah di Jawa Timur tersebut menyampaikan aspirasi agar skema kemitraan yang ada tetap dipertahankan, asalkan diiringi dengan kebijakan yang menghadirkan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi pekerja lapangan.
Di akhir pertemuan, perwakilan pengemudi dari Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan bersepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mudah terpancing provokasi liar. Mereka menegaskan komitmen untuk mengedepankan komunikasi dan jalur dialog terbuka dalam menyelesaikan berbagai dinamika maupun persoalan di industri ojek online.






