Puasa Senin Kamis merupakan ibadah puasa sunah yang dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dikerjakan pada hari Senin dan Kamis dengan menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari semata-mata karena Allah SWT.
Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, pelaksanaan puasa sunah ini memiliki landasan anjuran yang kuat serta bacaan niat yang dapat dilafalkan oleh umat muslim.
Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis
Pelaksanaan puasa sunah diawali dengan niat. Untuk puasa pada hari Senin, lafaz niat yang umum dibaca adalah:
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā Artinya: "Saya berniat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Puas Komposisi Skuad 2026/2027, Jose Mourinho Tegaskan Real Madrid Tak Butuh Pemain Baru

Sementara itu, untuk puasa pada hari Kamis, bacaan niatnya adalah:
Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā Artinya: "Saya berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Redaksi lafaz niat dapat memiliki variasi dalam berbagai kitab maupun kebiasaan masyarakat. Inti terpenting dari pelaksanaan ini terletak pada kesungguhan niat di dalam hati untuk menjalankan puasa sunah karena Allah SWT.
Keutamaan Puasa Senin Kamis Berdasarkan Hadis
Rasulullah SAW diketahui kerap menjalankan ibadah puasa pada kedua hari tersebut. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari kelahirannya sekaligus hari ketika beliau pertama kali menerima wahyu.
Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan, 14 Bayi Baru Lahir Meninggal Dunia

Keutamaan lainnya termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Riwayat tersebut menyebutkan bahwa seluruh amal perbuatan manusia diperlihatkan atau disetorkan pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai situasi ketika amalnya diperlihatkan kepada Allah SWT dalam keadaan sedang berpuasa.
Makna Ibadah dan Pembentukan Diri
Puasa Senin Kamis mengandung makna mendalam yang tidak sebatas menahan rasa lapar dan haus. Ibadah ini menjadi sarana untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta mengendalikan keinginan dan emosi.
Melalui pelaksanaan ibadah yang konsisten, seorang muslim dapat membangun kebiasaan menjalankan amalan sunah secara rutin sekaligus memupuk rasa keikhlasan. Selain itu, pengalaman menahan lapar dan dahaga selama berpuasa turut menumbuhkan kepekaan sosial serta kepedulian terhadap sesama.






