Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membuka kembali akses seluruh jalan nasional dan memasang jembatan darurat tipe bailey di kawasan terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah cepat ini dilakukan demi menjaga kelancaran mobilitas warga serta percepatan distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan laporan tersebut saat mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Dody menegaskan bahwa seluruh ruas jalan nasional sudah mulai dibuka sejak hari pertama pascagempa sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk mengantisipasi potensi gempa susulan yang memicu longsor, Kementerian PU tetap menyiagakan alat berat seperti ekskavator di sejumlah titik rawan. Skema penyiagaan ini disiapkan agar material longsor yang sewaktu-waktu menutupi badan jalan bisa langsung disingkirkan ke tepi.
Bundaran HI, Langkah Kaki, dan Kota Kecil di Bawah Tanah

Penanganan Jembatan Vital di Manggarai
Kementerian PU juga menangani dua jembatan penting di wilayah Manggarai yang sempat bergoyang dan mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan gempa. Jembatan tersebut dipasangi struktur jembatan bailey karena perbaikan menyeluruh membutuhkan waktu.
Infrastruktur tersebut menjadi prioritas pengerjaan atas koordinasi bersama BNPB dan Kemenko PMK lantaran merupakan jalur vital penghubung dari Pelabuhan Reo menuju Ruteng dan Ende, khususnya untuk mobilitas angkutan bahan bakar minyak (BBM). Pada hari kedua pengerjaan, jembatan bailey sudah dapat difungsikan secara bertahap dengan sistem lalu lintas bergantian satu per satu. Jalur ini juga telah diuji coba menggunakan truk BBM berbobot 20 ton dan dipastikan kokoh serta tidak bergoyang lagi.
Pemerintah Targetkan Akhir 2026 Sudah Sahkan RUU Perampasan Aset

Selain akses transportasi darat, Kementerian PU menangani kendala pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sebagian sumber air mengalami penurunan pasokan akibat longsoran tanah yang berdampak pada kondisi sungai. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang mendesak bagi masyarakat, pasokan darurat disalurkan melalui mobil tangki air, penyediaan hidran umum, serta pengadaan toilet portabel di lokasi terdampak.






