Sedikitnya 14 bayi yang baru lahir dilaporkan meninggal dunia setelah kebakaran melanda ruang perawatan bayi di Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, pada Rabu (26/8). Peristiwa tragis di salah satu rumah sakit pemerintah terbesar tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat di lantai tiga Pusat Kesehatan Ibu dan Anak PIMS.
Saat api berkobar, terdapat 15 bayi baru lahir yang tengah menjalani perawatan intensif di bangsal tersebut. Seorang dokter di lokasi berhasil menyelamatkan satu orang bayi, sementara 14 bayi lainnya tidak tertolong akibat luka bakar yang sangat parah.
Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kebakaran dipicu oleh ledakan pada unit pendingin udara (AC). Api kemudian cepat membesar dan tak terkendali karena keberadaan tabung oksigen yang tersimpan di dalam ruangan.
Puas Komposisi Skuad 2026/2027, Jose Mourinho Tegaskan Real Madrid Tak Butuh Pemain Baru

Sorotan Manajemen dan Investigasi Khusus
Menanggapi musibah ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban. Pemerintah Pakistan juga langsung membentuk komite investigasi khusus untuk mengusut tuntas penyebab utama ledakan serta mendalami berbagai faktor kelalaian yang memicu jatuhnya korban jiwa.
Di sisi lain, sejumlah keluarga pasien menyebutkan bahwa area gedung perawatan bayi tersebut sebenarnya tengah berada dalam proses renovasi dan perbaikan saat insiden berlangsung.
Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Maknanya

Kritik tajam turut dilayangkan oleh Asosiasi Medis Pakistan (Pakistan Medical Association/PMA). Organisasi profesi tersebut mengecam insiden maut ini dan menilai kematian belasan bayi baru lahir tersebut mencerminkan kegagalan sistemik, baik dari sisi administrasi maupun pengawasan regulasi keselamatan infrastruktur kesehatan di negara tersebut.






