Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Hukum

Penyelidikan Kematian Satpam Terborgol di Waduk Jatiluhur Mengarah pada Geng Motor

Uria KilaDiterbitkan 28 Jul 2026 - 08.58 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyelidikan Kematian Satpam Terborgol di Waduk Jatiluhur Mengarah pada Geng Motor
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kepolisian Daerah Jawa Barat saat ini tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penemuan sesosok jenazah di kawasan perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Korban tewas dalam insiden tersebut diketahui bernama Sumarna, seorang pria berusia 43 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai petugas keamanan atau satpam. Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di tepian danau, tepatnya di area Tanggul Ubrug, pada hari Jumat, 24 Juli pada waktu siang hari. Penemuan jasad petugas keamanan ini langsung memicu langkah investigasi dari aparat kepolisian setempat untuk mengusut tuntas penyebab pasti di balik kematiannya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Fokus utama penyelidikan awal berpusat pada kondisi fisik korban yang dinilai sangat mengenaskan saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian. Berdasarkan fakta yang dihimpun oleh pihak kepolisian, Sumarna dipastikan tewas akibat tenggelam di waduk tersebut. Namun, hal yang paling memberatkan dugaan adanya unsur kesengajaan adalah keadaan tubuh korban. Saat jasadnya dievakuasi dari tepian Tanggul Ubrug, pria berusia 43 tahun itu diketahui masih mengenakan seragam dinas petugas keamanan secara lengkap. Lebih jauh lagi, kepolisian mendapati bahwa kedua tangan korban berada dalam posisi terborgol ke arah belakang tubuhnya, sebuah temuan yang memperkuat indikasi ketidakwajaran.

Baca Juga

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Dalam proses penelusuran fakta di lapangan, penyelidik dari Polda Jawa Barat mulai mengarahkan kecurigaan mereka pada dugaan keterlibatan sebuah kelompok geng motor di balik kematian sang petugas keamanan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa dugaan terhadap kelompok tersebut tidak muncul tanpa alasan. Kecurigaan ini mulai mencuat ke permukaan setelah pihak kepolisian mendeteksi dan memantau kemunculan sejumlah unggahan di media sosial. Unggahan-unggahan tersebut menjadi petunjuk penting karena turut menampilkan wajah beberapa orang sebelum jasad korban akhirnya ditemukan tewas dengan posisi terborgol.

Tim penyelidik Polda Jawa Barat saat ini masih terus bekerja keras mengumpulkan berbagai informasi terkait dugaan keterlibatan geng motor tersebut. Salah satu informasi krusial yang sedang didalami adalah dugaan bahwa peristiwa nahas ini bermula ketika korban memberikan teguran. Kombes Hendra Rochmawan membenarkan adanya informasi yang menyebutkan bahwa insiden ini terkait dengan tindakan karena menegur kelompok geng motor. Beliau menegaskan bahwa polisi masih terus menyelidiki dan mendalami informasi tersebut. Kepolisian juga sedang berupaya mencari korelasi antara kejadian itu dengan keterangan-keterangan dari para saksi yang sudah menjalani proses pemeriksaan.

Baca Juga

Gugat Aturan Tiket PT KAI ke MK, Warga Minta Anak di Bawah 5 Tahun Gratis

Gugat Aturan Tiket PT KAI ke MK, Warga Minta Anak di Bawah 5 Tahun Gratis

Dalam pernyataan resminya pada hari Senin, 27 Juli 2026, Kombes Hendra Rochmawan menekankan bahwa kepolisian akan bertindak objektif. Beliau menjamin bahwa apabila nantinya ditemukan korelasi yang kuat dari keterangan saksi-saksi, pihak kepolisian akan segera menyampaikannya. Namun, Hendra juga mengingatkan bahwa institusinya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Polisi tidak akan terburu-buru menetapkan seseorang sebagai tersangka sebelum mengantongi bukti permulaan yang cukup kuat. Jika nantinya ditemukan bukti yang memadai, para pihak yang terkait akan segera dimintai keterangan lebih lanjut. Kasus ini juga diwarnai dengan adanya permintaan dari Dedi Mulyadi yang secara khusus meminta agar kasus pembunuhan satpam di Jatiluhur diusut tuntas.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Polda JabarWaduk JatiluhurPurwakartaGeng MotorSumarna

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap