Kepolisian Daerah Jawa Barat saat ini tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait penemuan sesosok jenazah di kawasan perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Korban tewas dalam insiden tersebut diketahui bernama Sumarna, seorang pria berusia 43 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai petugas keamanan atau satpam. Jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di tepian danau, tepatnya di area Tanggul Ubrug, pada hari Jumat, 24 Juli pada waktu siang hari. Penemuan jasad petugas keamanan ini langsung memicu langkah investigasi dari aparat kepolisian setempat untuk mengusut tuntas penyebab pasti di balik kematiannya.
Fokus utama penyelidikan awal berpusat pada kondisi fisik korban yang dinilai sangat mengenaskan saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian. Berdasarkan fakta yang dihimpun oleh pihak kepolisian, Sumarna dipastikan tewas akibat tenggelam di waduk tersebut. Namun, hal yang paling memberatkan dugaan adanya unsur kesengajaan adalah keadaan tubuh korban. Saat jasadnya dievakuasi dari tepian Tanggul Ubrug, pria berusia 43 tahun itu diketahui masih mengenakan seragam dinas petugas keamanan secara lengkap. Lebih jauh lagi, kepolisian mendapati bahwa kedua tangan korban berada dalam posisi terborgol ke arah belakang tubuhnya, sebuah temuan yang memperkuat indikasi ketidakwajaran.
Dipicu Angin Kencang, Kebakaran di TPA Galuga Bogor Kembali Membesar

Dalam proses penelusuran fakta di lapangan, penyelidik dari Polda Jawa Barat mulai mengarahkan kecurigaan mereka pada dugaan keterlibatan sebuah kelompok geng motor di balik kematian sang petugas keamanan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa dugaan terhadap kelompok tersebut tidak muncul tanpa alasan. Kecurigaan ini mulai mencuat ke permukaan setelah pihak kepolisian mendeteksi dan memantau kemunculan sejumlah unggahan di media sosial. Unggahan-unggahan tersebut menjadi petunjuk penting karena turut menampilkan wajah beberapa orang sebelum jasad korban akhirnya ditemukan tewas dengan posisi terborgol.
Tim penyelidik Polda Jawa Barat saat ini masih terus bekerja keras mengumpulkan berbagai informasi terkait dugaan keterlibatan geng motor tersebut. Salah satu informasi krusial yang sedang didalami adalah dugaan bahwa peristiwa nahas ini bermula ketika korban memberikan teguran. Kombes Hendra Rochmawan membenarkan adanya informasi yang menyebutkan bahwa insiden ini terkait dengan tindakan karena menegur kelompok geng motor. Beliau menegaskan bahwa polisi masih terus menyelidiki dan mendalami informasi tersebut. Kepolisian juga sedang berupaya mencari korelasi antara kejadian itu dengan keterangan-keterangan dari para saksi yang sudah menjalani proses pemeriksaan.
Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor Kawakan di Tangerang Dilumpuhkan Polisi

Dalam pernyataan resminya pada hari Senin, 27 Juli 2026, Kombes Hendra Rochmawan menekankan bahwa kepolisian akan bertindak objektif. Beliau menjamin bahwa apabila nantinya ditemukan korelasi yang kuat dari keterangan saksi-saksi, pihak kepolisian akan segera menyampaikannya. Namun, Hendra juga mengingatkan bahwa institusinya tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Polisi tidak akan terburu-buru menetapkan seseorang sebagai tersangka sebelum mengantongi bukti permulaan yang cukup kuat. Jika nantinya ditemukan bukti yang memadai, para pihak yang terkait akan segera dimintai keterangan lebih lanjut. Kasus ini juga diwarnai dengan adanya permintaan dari Dedi Mulyadi yang secara khusus meminta agar kasus pembunuhan satpam di Jatiluhur diusut tuntas.






