PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamina Dex, tetap mengacu pada formula perhitungan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenis bahan bakar umum (JBU) yang didistribusikan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga menegaskan kepastian harga untuk BBM bersubsidi. Sesuai dengan arahan langsung dari pemerintah, harga BBM bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Dampak Ketidakpastian Pasar Energi Global
Penetapan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri berkaitan erat dengan dinamika harga minyak mentah global. Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamina Dex, dan varian lainnya berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000-an per liter jika belum ada indikasi terjadinya penurunan harga minyak dunia.
Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi Sulsel Usai Antrean SPBU Mengular

Kondisi pasar energi internasional saat ini sangat dipengaruhi oleh memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Selain berdampak pada ketersediaan energi dunia, gangguan pada rute pasokan utama, termasuk di Selat Hormuz, membuat harga komoditas energi global belum berada pada kondisi stabil.
Pergerakan Harga Minyak Mentah Dunia
Tekanan pada pasar energi global terlihat jelas dari tren pergerakan harga minyak acuan dunia. Pada perdagangan Jumat (11/9), harga minyak Brent naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga menguat sekitar 1 persen ke posisi US$103,45 per barel.
Toba Pulp Buka Suara usai Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing

Penguatan tersebut memperpanjang reli lonjakan harga yang terjadi pada hari sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (10/9), kedua harga acuan minyak tersebut tercatat melonjak lebih dari 6 persen. Secara mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing telah mengalami lonjakan hampir mencapai 13 persen.
Melihat lonjakan harga komoditas tersebut, Eko Ricky Susanto berharap harga minyak dunia dapat kembali mereda ke kisaran US$60 hingga US$70 per barel, sebagaimana kondisi sebelum terjadinya krisis geopolitik. Kendati demikian, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh penyesuaian harga JBU di tingkat domestik akan terus berjalan sesuai dengan ketetapan formula pemerintah.






