Penemuan jasad seorang pria yang mengambang di aliran Kali Teratai, Kota Cilegon, Banten, sempat menghebohkan masyarakat sekitar. Pihak kepolisian bergerak cepat mengidentifikasi jenazah tersebut guna memastikan tidak adanya keterkaitan dengan peristiwa hilangnya kontak rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda.
Polda Banten menegaskan bahwa korban yang ditemukan di aliran sungai tersebut dipastikan bukan bagian dari rombongan awak media yang tengah dicari. Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyatakan bahwa identitas jenazah telah berhasil diungkap setelah pihak keluarga korban mendatangi kepolisian.
Berdasarkan hasil proses identifikasi, korban diketahui berinisial EM. Kepastian bahwa korban bukan penumpang kapal yang hilang diperoleh setelah pihak keluarga memberikan keterangan resmi dan memverifikasi identitas korban kepada penyidik kepolisian.
"Yang bersangkutan dipastikan bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Maruli. Ia juga menambahkan bahwa identifikasi tersebut secara mutlak memisahkan temuan jenazah EM dari daftar korban kapal hilang.
Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi Sulsel Usai Antrean SPBU Mengular

Kronologi Penemuan dan Penanganan Polisi
Jasad EM pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang melintas di sekitar Kali Teratai (disebut juga Kali Terate). Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB.
Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma'mun mengonfirmasi penerimaan laporan penemuan tersebut. Setelah memperoleh laporan dari warga pada sore hari, jajaran kepolisian segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jasad korban.
Seiring dengan beredarnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat, Kombes Maruli mengimbau publik agar tidak menghubung-hubungkan penemuan mayat di Kali Teratai dengan delapan orang yang saat ini masih dalam proses pencarian.
Pertamina Gandeng Warga Lapas Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Perabot

Pencarian Rombongan Speedboat Tetap Berlanjut
Hingga saat ini, Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih mengintensifkan operasi penyisiran di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Rombongan yang hilang kontak tersebut diketahui menumpangi sebuah speed boat untuk meliput aktivitas erupsi, dengan total delapan orang di dalamnya, termasuk lima orang jurnalis.
Operasi pencarian gabungan terus dimaksimalkan dengan menyisir sejumlah titik di kawasan perairan Selat Sunda guna melacak keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.






