Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Bareskrim Polri terus memperkuat kerja sama dalam membongkar jaringan judi online. Sinergi ini difokuskan pada pendampingan penyidik untuk menelusuri transaksi keuangan serta perputaran uang ilegal yang dijalankan oleh para sindikat.
Direktur Strategi dan Kerja Sama Dalam Negeri PPATK, Yuliani, mengungkapkan bahwa kolaborasi yang terjalin selama ini telah menghasilkan berbagai analisis signifikan dalam proses penanganan perkara. Ke depan, PPATK berkomitmen untuk tetap menjadi sektor terdepan dalam pencegahan serta pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari aktivitas perjudian daring.
Penelusuran aliran dana ini menjadi krusial mengingat metode yang digunakan sindikat judi online semakin kompleks. Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adex Yudiswan, menjelaskan bahwa para pelaku menyamarkan uang hasil kejahatan dengan beragam skema pencucian uang, mulai dari teknik perlapisan (layering), penggunaan rekening atas nama orang lain (nominee), dompet digital (e-wallet), hingga pemanfaatan aset kripto.
Putri Puan Maharani Sambangi Anak-anak Korban Gempa NTT, Beri Trauma Healing

Modus Lintas Negara dan Pemutusan Jalur Transaksi
Selain pola transaksi yang berlapis, jaringan judi online memiliki struktur operasional yang tersebar di berbagai wilayah yurisdiksi. Dalam praktiknya, server dapat berada di satu negara, operator bertugas di negara lain, sementara tim pemasaran bekerja dari wilayah yang berbeda. Kompleksitas lintas batas ini membuat penindakan tidak bisa hanya mengandalkan instrumen kepolisian semata.
Guna menghadapi tantangan tersebut, Bareskrim Polri memperluas koordinasi lintas instansi dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia. Kolaborasi bersama regulator sektor keuangan ditujukan secara khusus untuk memastikan perbankan dapat memblokir serta memutus seluruh sarana pembayaran yang digunakan jaringan judi online.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun Belum Padam hingga Malam Ini

Di samping penindakan hukum dan pemutusan akses keuangan, aparat terus menggencarkan langkah preemtif serta preventif ke masyarakat luas. Adex menegaskan pentingnya literasi publik agar masyarakat menyadari bahwa praktik judi online di internet bukanlah permainan keberuntungan, melainkan bentuk penipuan yang terstruktur.






