Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026) usai menyelesaikan agenda kegiatan di Bali. Kunjungan kerja ini dilakukan guna meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut sejak 15 Agustus lalu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kedatangan Presiden bertujuan untuk memantau langsung kondisi warga serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan percepatan penanganan bencana di lapangan berjalan optimal.
Peninjauan ini juga menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam menangani dampak gempa di kawasan Pulau Flores. Menurut Prasetyo, Presiden sejak awal telah menginstruksikan agar tahapan tanggap darurat dan distribusi logistik bantuan dilaksanakan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh titik terdampak.
WNA Australia Pelaku Asusila di Bali Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Brisbane

Untuk menunjang penanganan korban luka dan layanan medis darurat, armada fasilitas kesehatan telah dikerahkan ke lokasi. Kapal rumah sakit KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Pada saat yang sama, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga disiagakan di kawasan Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.
Di tingkat darat, penguatan layanan kesehatan juga ditopang oleh pengoperasian rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, serta RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo.
Prabowo Tinjau Penanganan Gempa NTT dan Kondisi Pengungsi di Flores

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan dampak gempa di NTT tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Penanganan akan dilanjutkan ke tahap pemulihan dan rekonstruksi guna membangun kembali infrastruktur yang rusak serta memulihkan aktivitas kehidupan masyarakat.






