Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung kawasan terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026). Kunjungan kerja ini diagendakan untuk melihat secara dekat kondisi para korban sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan percepatan penanganan bencana berjalan tertib di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda kepresidenan ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi seluruh unsur penanggulangan bencana di Pulau Flores. Presiden telah menginstruksikan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta lembaga terkait agar menyalurkan bantuan logistik secara terarah, cepat, dan merata ke titik-titik pengungsian.
Penyaluran Logistik dan Fasilitas Medis Lapangan
Sebelum kunjungan kerja Presiden, distribusi bantuan perlengkapan dan logistik telah dikirimkan secara bertahap melalui Sekretariat Presiden sejak 15 hingga 24 Agustus 2026. Bantuan darurat tersebut meliputi:
Wabup Manggarai Timur Bantah Camat Ditekan BNPB soal Bantuan Gempa

- 204,22 ton bahan pangan pokok (sembako)
- 27,71 ton makanan siap saji
- 10,29 ton air mineral dalam kemasan
- Pasokan obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, serta perangkat komunikasi
- Dua paket fasilitas rumah sakit lapangan
Untuk menopang layanan medis di wilayah kepulauan, TNI Angkatan Laut menyiagakan kapal rumah sakit KRI Soeharso-990 yang bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga turut beroperasi di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, guna menjangkau warga yang membutuhkan penanganan klinis.
Di tingkat darat, penanganan kesehatan darurat difokuskan pada dua fasilitas kesehatan regional, yaitu RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo. Fasilitas bedah di RSUD Ruteng tercatat telah melaksanakan 29 tindakan operasi medis bagi para korban, sementara RSUD Aeramo melayani tindakan operasi lanjutan dan rawat darurat.
5 Berita Populer, Revaldo Ditangkap; Rex Orange County Datangi Rumah Fans

Prasetyo menambahkan, respons penanganan pascabencana di Flores tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah akan melanjutkan penanganan menuju tahap rehabilitasi layanan publik serta rekonstruksi fasilitas permukiman dan infrastruktur wilayah terdampak.






