Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terpeleset lebih dari 1% sesaat setelah pembukaan perdagangan pada Rabu (26/8/2026). Indeks acuan bursa domestik ini anjlok hingga 1,05% dan kembali ke posisi 6.429,57 hanya dalam kurun waktu empat menit perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sebenarnya sempat dibuka menguat tipis 5,47 poin atau 0,08% di level 6.507,14 dari penutupan sebelumnya di 6.501,67. Namun, tekanan jual yang masif membuat indeks bergerak dalam rentang 6.429 hingga 6.509 pada awal sesi.
Pelemahan IHSG didorong oleh penurunan 388 saham, sementara 124 saham menguat dan 187 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas transaksi di awal sesi membukukan nilai Rp1,37 triliun dengan volume perdagangan 3,02 miliar saham melalui frekuensi 230 ribu kali. Perdagangan hari ini merupakan sesi perdana pasar keuangan domestik setelah libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa kemarin.
PLTS 100 GW Butuh Investasi US$73 Miliar, Tekan Emisi 140 Juta Ton CO2

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Komisi XI DPR RI pada pukul 10.00 WIB. Destry Damayanti menjadi calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Destry yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 kini bertindak sebagai Penjabat Gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo pada Juli lalu.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan bursa kawasan dan dinamika geopolitik global. Di Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,5% dan Kospi Korea Selatan turun 0,12%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,34%.
Saudi-Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi, Bahas AI hingga Infrastruktur Digital

Kekhawatiran pasar global dipicu oleh meningkatnya eskalasi sengketa dagang antara Amerika Serikat dan Kanada. Pemerintah Kanada di Ottawa mengumumkan penerapan tarif balasan secara imbang (dollar-for-dollar) terhadap lebih dari 700 produk impor asal AS senilai sekitar US$20 miliar. Langkah tersebut merespons kebijakan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya memberlakukan tarif 50% terhadap produk impor Kanada menyusul kebuntuan negosiasi perdagangan kedua negara.






