Krisis air dan ancaman gagal panen akibat fenomena El Nino memaksa pemerintah Panama serta El Salvador memberlakukan status darurat nasional. Langkah cepat ini diambil menyusul penurunan drastis cadangan air yang mengganggu operasional jalur pelayaran internasional dan mengancam ketahanan pangan warga di kawasan Amerika Tengah.
Di Panama, kekeringan hebat memicu penyusutan volume air secara mendadak di jalur utama perairan. Kondisi tersebut memaksa otoritas pengelola Terusan Panama memangkas kapasitas muatan serta membatasi lalu lintas kapal niaga yang melintas. Menteri Dalam Negeri Panama, Dinoska Montalvo, menyampaikan bahwa deklarasi keadaan darurat ditetapkan agar pemerintah dapat segera mengantisipasi dampak krisis air, dengan target penanganan bencana dirampungkan dalam dua pekan ke depan.
Pertamina Patra Niaga Salurkan 35.000 Liter Air Bersih untuk Korban Gempa NTT

Sementara itu, badan Perlindungan Sipil El Salvador menetapkan status alarm merah di seluruh penjuru negeri akibat kekeringan meteorologis dan sektor pertanian. Dampak minimnya curah hujan membuat pasokan hasil panen terganggu, sehingga Kementerian Pertanian El Salvador mulai mendistribusikan bantuan pangan darurat kepada keluarga di kawasan pedesaan yang belum terjangkau sistem irigasi. Sejumlah kotamadya di El Salvador masuk dalam lintasan Koridor Kering Amerika Tengah, jalur gersang yang juga membentang melintasi Honduras dan Nikaragua.
Lonjakan status darurat ini dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berkepanjangan. Panama, El Salvador, dan Honduras dilaporkan memecahkan rekor suhu bulanan tertinggi sepanjang Juni dan Juli. Di El Salvador saja, tercatat 14 rekor suhu panas baru terlampaui selama bulan Agustus.
Prabowo Tinjau Penanganan Gempa NTT dan Kondisi Pengungsi di Flores

Sebelum penetapan darurat di kedua negara tersebut, Honduras telah lebih dahulu menempatkan sekitar 80 persen wilayahnya dalam status siaga terkait potensi krisis pangan regional. Krisis iklim serupa juga melanda kawasan Amerika Selatan, di mana pemerintah Peru menetapkan status darurat di sepertiga wilayah perkotaannya akibat gelombang panas dan cuaca ekstrem yang membahayakan rantai produksi pangan.






