Presiden Prabowo Subianto menantang jajaran menteri dan pimpinan badan usaha milik negara untuk mempercepat transisi energi nasional. Dalam peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp), Prabowo secara terbuka meminta agar proyek berskala masif tersebut dapat dituntaskan dalam waktu tiga tahun.
Sikap tersebut menandai dorongan baru bagi sektor energi yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pembangunan pembangkit skala besar. Prabowo langsung melontarkan pertanyaan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia perihal kesiapan mengejar tenggat waktu yang sangat ambisius tersebut.
"Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun. Menteri ESDM, bisa dalam 3 tahun?" ujar Prabowo di hadapan para pejabat yang hadir.
Relawan PRANTARA Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Selain Menteri ESDM, Prabowo meminta komitmen penuh dari jajaran pengambil kebijakan dan pimpinan perusahaan energi negara untuk mengawal proyek ini tanpa keraguan. Pihak-pihak yang ditegaskan untuk turun tangan meliputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan PLTS 100 GW bukan sekadar penambahan kapasitas listrik, melainkan langkah krusial untuk memperkuat ketahanan nasional agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat.
Untuk memacu kinerja tim di lapangan, Kepala Negara bahkan menawarkan apresiasi langsung jika target tersebut mampu diselesaikan lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan.
PLTS 100 GW Butuh Investasi US$73 Miliar, Tekan Emisi 140 Juta Ton CO2

"Kalau berhasil 2 tahun tim energi, dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," kata Prabowo.
Optimisme pemangkasan target waktu ini berpijak pada pengalaman sebelumnya di sektor pangan. Prabowo membandingkan target pembangunan energi ini dengan program swasembada pangan yang semula ditargetkan rampung empat tahun, namun berhasil dicapai oleh tim ekonomi dan pangan dalam waktu satu tahun. Kini, kecepatan serupa diuji pada pembangunan infrastruktur energi surya nasional.






