Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan tokoh adat Dayak, Panglima Jilah, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026), guna membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemadaman api melalui penambahan personel lapangan serta dukungan sarana udara.
Panglima Jilah menyampaikan bahwa langkah penguatan personel untuk menanggulangi karhutla di daerah telah mulai berjalan sekitar satu minggu sebelum pertemuan tersebut berlangsung. Selain dukungan pemadaman api, ia menyebut pemerintah turut menyalurkan perhatian besar bagi Kalimantan Barat di berbagai sektor, termasuk pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, program beasiswa, rumah adat, serta kerja sama dengan jajaran TNI-Polri.
29 Siswa yang Ditangkap Polisi saat 27 Agustus Ikuti Pelatihan Bela Negara

Dalam kesempatan itu, Panglima Jilah juga meluruskan pandangan terkait tradisi pertanian masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa peladang Dayak membuka ladang di lahan mineral dan bukan di kawasan lahan gambut. Praktik berladang ini merupakan kearifan lokal yang sudah berlangsung turun-temurun jauh sebelum berkembangnya industri perkebunan di Kalimantan.
Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Meninggal Dunia di Jakarta

Ia memastikan masyarakat adat selalu bertanggung jawab penuh dengan memantau dan mengawasi langsung area yang dibakar agar api tidak merambat. Di samping itu, para tokoh adat terus aktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan secara sembarangan demi menjaga kelestarian alam sekitar.






