Harapan baru akhirnya menghampiri para siswa, guru, dan orang tua murid di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan. Setelah didera rasa cemas yang mendalam selama dua tahun terakhir akibat kondisi fisik bangunan sekolah yang rusak parah, kepastian mengenai perbaikan fasilitas pendidikan ini mulai menemui titik terang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini berkomitmen penuh untuk segera merombak total gedung sekolah tersebut. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan serta kenyamanan jalannya kegiatan belajar mengajar yang selama ini terganggu akibat bayang-bayang kerusakan infrastruktur.
Kepastian mengenai proyek renovasi ini ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Jumat, 24 Juli 2026. Dalam kunjungan kerjanya, ia memastikan bahwa pekerjaan rehabilitasi fisik sekolah ditargetkan mulai berjalan paling lambat pada September 2026. Meskipun desakan dari masyarakat agar perbaikan segera dilakukan sangat kuat, proses pengerjaan tidak dapat langsung dimulai dalam waktu dekat karena harus melewati beberapa prosedur birokrasi penting yang tidak boleh dilewati begitu saja.
Sebelum para pekerja bangunan dan alat berat diturunkan ke lokasi, pihak pemerintah daerah wajib menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi pada bulan Agustus. Tahapan krusial tersebut meliputi proses penghapusbukuan aset lama dari daftar inventaris milik daerah serta mekanisme penunjukan kontraktor pelaksana yang akan memimpin jalannya proyek pembangunan. Pramono menjelaskan bahwa setelah seluruh urusan legalitas dan administrasi ini rampung pada bulan Agustus, barulah cetak biru pembangunan dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan pada bulan September.
Kisah Siswa Pulau Taliabu Mengarungi Laut Dua Hari demi LCC Empat Pilar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tanggung-tanggung dalam mengalokasikan anggaran untuk memugar total SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Dana sebesar Rp48,1 miar telah disiapkan untuk proyek ini. Anggaran tersebut bersumber dari perpaduan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). Pramono menegaskan bahwa keputusan untuk mempercepat pembangunan ini diambil karena kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi ditunda demi keselamatan anak-anak.
Upaya pembenahan infrastruktur pendidikan ini rupanya menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar di ibu kota. Sepanjang tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta juga menaruh perhatian serupa pada tiga lokasi sekolah lain yang membutuhkan perbaikan mendesak. Sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar prioritas tersebut adalah SMA Negeri 102 Jakarta, SD Negeri Cempaka Putih Barat 03, serta kompleks pendidikan yang dihuni oleh SD Negeri Papango 01 dan TKN Papango 01.
Tim 9 Pimpinan Rudi Margono Usut Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus

Untuk menyokong rehabilitasi keempat proyek sekolah tersebut secara keseluruhan, pemerintah daerah telah mengalokasikan total dana yang fantastis, yakni mencapai sekitar Rp249 miliar. Melalui investasi besar di sektor pendidikan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap tidak ada lagi siswa yang harus menuntut ilmu di bawah atap yang rapuh. Langkah ini juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi sekolah sebagai ruang publik yang aman, ramah anak, dan sepenuhnya mendukung pengembangan potensi generasi muda Jakarta tanpa rasa khawatir.






