Bayangkan Anda sedang berada di ketinggian ribuan kaki, menikmati perjalanan udara, lalu disuguhi pilihan produk perawatan tubuh alami berbahan kelapa, tas kerajinan tangan yang modis, atau hijab cantik produksi lokal. Pengalaman berbelanja yang unik ini kini bisa dirasakan oleh para penumpang maskapai Pelita Air. Lewat kolaborasi strategis dengan PT Pertamina (Persero), kabin pesawat kini disulap menjadi etalase berjalan bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan BUMN energi tersebut.
Langkah inovatif ini tidak hanya sekadar menawarkan alternatif belanja bagi penumpang, melainkan juga membuka pintu pasar yang jauh lebih luas bagi para pelaku usaha lokal. Dengan jaringan penerbangan Pelita Air yang kini menjangkau 15 kota tujuan di seluruh Indonesia, produk-produk dalam negeri ini memiliki kesempatan untuk dikenal oleh masyarakat dari berbagai penjuru. Rute penerbangan yang dilayani mencakup Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, hingga Makassar.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius, menjelaskan bahwa kehadiran produk UMKM di dalam penerbangan domestik ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri nasional. Menurutnya, upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal harus menyentuh seluruh lapisan, mulai dari industri skala besar hingga pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Sejalan dengan pandangan tersebut, Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program ini juga dirancang untuk mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pada poin ketiga yang menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja berkualitas serta pengembangan kewirausahaan di tanah air. Melalui kolaborasi ini, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mandiri secara ekonomi.
Kerja sama yang menjanjikan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman bertepatan dengan peluncuran program PAS Sky Shop bertajuk “Lokal Terbang Tinggi” di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menyatakan keyakinannya bahwa layanan penerbangan mereka merupakan saluran promosi yang sangat efektif. Dengan mempertemukan produk binaan langsung dengan konsumen di udara, Pelita Air optimis dapat membantu produk lokal meraih popularitas yang lebih tinggi di mata masyarakat luas.
Mengatasi Ancaman Downtime Industri Lewat Solusi Hybrid Cloud

Di dalam kabin, penumpang kini dapat membeli aneka produk menarik, seperti kosmetik dan perawatan tubuh berbahan minyak kelapa dari Bali Ayu, tas dan dompet kreatif buatan Uwaiscraft, hingga hijab menawan dari Adabina Scarves. Bagi para pelaku UMKM, program ini membawa harapan baru. Komang Yatik, pendiri Bali Ayu Nature, mengungkapkan rasa bangganya karena produk lokal kini dapat bersanding di layanan penerbangan komersial. Ia berharap kesempatan emas ini menjadi batu loncatan agar produk-produk lokal tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional di masa depan.






